Sering Ngopi? Waspada, Ternyata 7 Kebiasaan Minum Kopi Ini Berisiko Merusak Usus dan Hati

Ilustrasi kopi, kopi.
Sumber :
  • (KamranAydinov/Freepik)

JatengKopi menjadi asupan penting bagi banyak orang. Ada yang membutuhkannya untuk memulai hari, ada pula yang mengandalkannya demi menjaga mood dan fokus saat bekerja.

img_title Program Dokter Spesialis Keliling Sudah Layani Ribuan Warga, Mohammad Saleh Minta Jangkauan Diperluas

Namun, di balik manfaatnya, kebiasaan minum kopi yang keliru justru bisa berdampak buruk bagi kesehatan, khususnya pada usus dan hati. Alih-alih menambah energi, kesalahan ini dapat memicu gangguan pencernaan hingga masalah metabolik serius.

Dikutip dari EatingWell yang dirangkum Antara, ahli gastroenterologi berbasis di California, dr. Sautabh Sethi, mengungkapkan ada tujuh kesalahan umum saat minum kopi yang kerap dilakukan tanpa disadari, tetapi berisiko bagi kesehatan usus dan hati.

img_title Pemprov dan Pemda Diminta Gencarkan dan Tingkatkan Kesehatan Warga

Berikut ini ulasan selengkapnya:

1. Minum Kopi Saat Perut Kosong

img_title Fakta Vs Mitos: Ternyata Ini Alasan Masyarakat Jawa Bikin Gaduh Saat Gerhana Bulan

Mengonsumsi kopi tanpa asupan makanan terlebih dahulu dapat meningkatkan produksi asam lambung. Jika dilakukan terus-menerus, kondisi ini berisiko memicu mual hingga gastritis.

2. Terlalu Banyak Gula, Krimer, dan Sirup

Kopi dengan tambahan perisa kerap mengandung gula dalam jumlah tinggi, bahkan bisa mencapai 30–50 gram per sajian. Asupan gula berlebih ini berkontribusi terhadap penyakit hati berlemak dan meningkatkan risiko diabetes.

4. Ngopi Terlalu Malam

Waktu paruh kafein dalam tubuh berkisar lima hingga enam jam. Artinya, kopi yang diminum malam hari masih aktif di dalam tubuh saat waktu tidur. Kondisi ini dapat mengganggu kualitas tidur dan menghambat proses pemulihan organ, termasuk hati.

3. Minum Lebih dari Empat Cangkir Sehari

Konsumsi kafein lebih dari 400 miligram per hari atau sekitar empat cangkir kopi dapat memicu lonjakan hormon kortisol. Dampaknya antara lain iritasi usus, jantung berdebar, hingga rasa cemas berlebih.

5. Menggunakan Pemanis Buatan

Meski sering disebut “nol kalori”, pemanis buatan seperti sukralosa dan aspartam tetap memiliki risiko. Zat ini diketahui dapat mengganggu keseimbangan mikrobioma usus bila dikonsumsi secara rutin.

6. Menutupi Rasa Lelah dengan Kopi

Mengandalkan kafein untuk melawan kurang tidur bukan solusi jangka panjang. Kebiasaan ini justru memperburuk kelelahan kronis, kabut otak, serta meningkatkan stres pada sistem pencernaan.

7. Salah Pilih Jenis Panggang Kopi

Anggapan bahwa kopi light roast lebih ramah lambung ternyata tidak sepenuhnya benar. Dr. Sethi justru menjelaskan bahwa, "Kopi panggang gelap sebenarnya kurang asam dan mungkin lebih mudah ditoleransi pada penderita refluks atau GERD."

Halaman Selanjutnya
img_title