Fakta Mengejutkan di Balik Hujan Bikin Hati Sedih, Ternyata Ini Penjelasan Sains Mengapa Perasaan Anda Galau

Ilustrasi hujan, hujan, air hujan.
Sumber :
  • (tawatchai07/freepik)

Jateng – Perasaan galau atau sedih yang kerap muncul saat langit mendung dan hujan turun rupanya bukanlah hal yang aneh. Banyak orang mengalaminya, dan fenomena ini ternyata memiliki hubungan yang nyata dengan kondisi cuaca di sekitar kita. Dengan kata lain, ada alasan mengapa hujan bisa memengaruhi emosi seseorang.

img_title Saat Daerah Lain Mengering, Wilayah di Jateng Selatan Ini Masih Diguyur Hujan

Menurut sejumlah sumber yang dikutip Senin (26/1/2026),The Pennsylvania State University menyebutkan bahwa cuaca sangat memengaruhi perilaku dan cara berinteraksi dengan orang lain, tetapi pengaruhnya berbeda pada tiap orang dan tergantung pada kondisi masing-masing. Lalu, apa sebenarnya penjelasan di balik fenomena ini?

Hubungan antara Hujan dan Perasaan Galau

img_title Waspada El Nino Godzilla! Anggota DPRD Jateng Ja’far Shodiq Peringatkan Ancaman Krisis Pangan dan Air

Cuaca buruk, termasuk hujan, dapat memicu suasana hati yang negatif. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Science mengungkapkan bahwa sekitar sembilan persen orang termasuk dalam kelompok yang secara khusus tidak menyukai hujan. Kelompok ini cenderung lebih mudah marah dan merasa kurang bahagia saat intensitas hujan tinggi. Temuan pendukung lainnya bahkan menunjukkan bahwa orang lebih sering menuliskan hal-hal negatif di media sosial saat hujan.

Seorang psikolog klinis dari San Francisco, Tecsia Evans, Ph.D., menjelaskan bahwa sebagian orang memang lebih rentan merasakan kesedihan dan kesepian saat cuaca mendung. Namun, hujan sebenarnya tidak secara langsung menyebabkan galau. Perasaan itu muncul dari berbagai perubahan keadaan di sekitar kita.

img_title Fakta Vs Mitos: Ternyata Ini Alasan Masyarakat Jawa Bikin Gaduh Saat Gerhana Bulan

Hujan seringkali membuat kita ingin berdiam di dalam kamar dengan selimut, yang secara tidak sadar membatasi paparan cahaya alami masuk ke rumah. Padahal, berbagai studi menemukan bahwa cahaya dapat meningkatkan produksi serotonin, yaitu senyawa kimia otak yang berperan menciptakan perasaan bahagia.

Selain itu, hujan juga membatasi aktivitas yang biasanya dapat dilakukan. Rutinitas menyenangkan seperti bertemu teman atau berolahraga di luar ruangan menjadi terhambat, sehingga memicu perasaan sedih dan lelah yang lebih mudah muncul.

Kesulitan berkonsentrasi saat hujan juga bukanlah hal yang mengada-ada. Berdasarkan sejumlah penelitian, tingginya kelembapan udara pada saat hujan dapat memicu rasa kantuk dan pada akhirnya menurunkan tingkat fokus seseorang.

Halaman Selanjutnya
img_title