Kopi Bikin Kita Lebih Kreatif atau Justru Membatasi? Sebuah Studi Mengklaim Temukan Jawabannya
- (8photo/Freepik)
Jateng – Secangkir kopi di pagi hari mungkin adalah teman setia untuk memulai pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi. Namun, jika Anda sedang mencari inspirasi atau ide-ide kreatif yang "out of the box", kopi mungkin bukan jawabannya. Sebuah studi dalam jurnal Consciousness and Cognition edisi Maret 2020 mengungkapkan bahwa kafein membantu fokus dan memecahkan masalah, tetapi tidak berpengaruh signifikan untuk kreativitas.
Untuk sampai pada temuan ini, Darya Zabelina, asisten profesor psikologi di University of Arkansas dan timnya melakukan penelitian terhadap 80 orang sukarelawan. Mereka memberikan pil kafein dosis 200 miligram (mg)—setara dengan satu cangkir kopi kental—atau plasebo kepada para partisipan.
Hasil studi menunjukkan pola yang menarik. Kafein terbukti meningkatkan kemampuan pemikiran konvergen, yaitu tipe berpikir logis dan terstruktur yang berhubungan langsung dengan pemecahan masalah yang memiliki jawaban pasti. Namun, di sisi lain, kafein tidak berdampak nyata pada pemikiran divergen—jenis berpikir yang lebih luas, spontan, dan menjadi fondasi dari kreativitas.
Temuan tambahan dari penelitian ini adalah bahwa kafein tidak secara signifikan memengaruhi memori kerja, tetapi tampaknya berpengaruh pada suasana hati. Partisipan yang mengonsumsi kafein melaporkan perasaan sedih yang lebih sedikit.
"200 mg kafein meningkatkan pemecahan masalah secara signifikan, tetapi tidak berpengaruh pada pemikiran kreatif," tegas Darya Zabelina seperti dikutip dari WebMD yang dilansir Antara, Kamis ((29/1/2026).
Dengan demikian, studi ini memberikan panduan praktis: secangkir kopi bisa menjadi "booster" yang tepat ketika Anda menghadapi tugas analitis atau perlu menyelesaikan masalah yang sudah jelas parameternya. Namun, untuk sesi brainstorming yang memerlukan luapan ide-ide baru dan orisinal, mungkin Anda perlu strategi lain selain mengandalkan kafein.