Pagi Jadi Lebih Semangat: 5 Tips dari Ahli Agar Minum Kopi Nggak Ganggu Pencernaan

Ilustrasi kopi, kopi, minuman kopi, biji kopi.
Sumber :
  • (Freepik)

Jateng – Menyesap kopi di pagi hari bagi sebagian orang merupakan rutinitas yang perlu dilakukan agar dapat menjalani hari dengan semangat. Namun ada juga beberapa orang yang menyukai kopi tapi merasakan ketidaknyamanan di perut. Ahli diet yang berbasis di Brooklyn, Maddie Pasquariello, MS, RDN, merangkum bagaimana kopi bisa lebih nyaman di perut jika dikonsumsi pagi hari, seperti ditulis laman Well and Good yang dikutip dari Antara pada Jumat (30/1/2025).

img_title Wamentan Sudaryono: Dari Gayo hingga Toraja, Kopi Indonesia Tak Terkalahkan di Panggung Dunia

Pertama, hidrasi tubuh dengan minum air ketika bangun tidur. Karena kita mengeluarkan air melalui pernapasan saat tidur, meminum air setelah bangun dapat membantu hidrasi dan bahkan mungkin meredakan ketidaknyamanan di perut.

“Bagi sebagian orang, minum air terlebih dahulu juga dapat mengurangi efek kafein—dan secara umum, yang terbaik adalah memulai dengan air sebelum mengonsumsi minuman lain,” kata Pasquariello.

img_title Jangan Minum Kopi Saat Sahur, Ini Bahayanyaa

Hal ini membantu tubuh mendapatkan kembali cairan setelah tidur malam, meningkatkan pencernaan, dan mendukung metabolisme yang sehat.

Cara kedua, cobalah menikmati makanan sambil minum kopi di pagi hari. Ini merupakan salah satu cara terbaik untuk menghindari gangguan pencernaan, sekaligus memastikan asupan nutrisi di pagi hari terpenuhi.

img_title Rahasia Sahur Biar Konsentrasi Tetap Tajam Saat Puasa, Bukan Cuma Soal Kopi!

“Dengan makan sedikit, Anda membantu menyerap sebagian asam lambung yang diproduksi dan menghindari gejala yang tidak menyenangkan,” katanya.

Pasquariello menyarankan untuk tetap berpegang pada standar keseimbangan karbohidrat, protein, dan lemak agar tetap berenergi dan kenyang hingga waktu makan siang.

Jika kopi tetap menjadi satu-satunya menu pagi Anda dan Anda ingin meminimalkan ketidaknyamanan pencernaan, Pasquariello menyarankan untuk mengurangi volume, kadar kafein, atau waktu penyeduhan kopi.

Ini bisa dilakukan dengan menurunkan jumlah suntikan espresso dari tiga menjadi dua, beralih ke kopi rendah asam seperti dark roast, atau memilih kopi tetes (drip coffee) daripada kopi dingin.

Dan jika Anda mengurangi kafein, ia merekomendasikan pengurangan dosis secara perlahan untuk menghindari rasa sakit akibat penghentian kafein.

Terakhir, jika Anda terbiasa menikmati kopi hitam, ahli diet mengatakan segelas susu atau krimer (bukan produk susu bagi yang tidak toleran laktosa) dapat membantu mengurangi sakit perut.

Halaman Selanjutnya
img_title