Hati-hati! 5 Tanda Tubuhmu Kebanyakan Kafein, Bukan Cuma Gemetar

Ilustrasi kopi, kopi, minuman kopi, biji kopi
Sumber :
  • (KamranAydinov/freepik)

JatengKafein dalam kopi atau minuman berenergi memang sering diandalkan untuk meningkatkan tenaga dan fokus. Namun, konsumsi yang berlebihan justru dapat membebani tubuh dan pikiran, menjadi pemicu stres tersembunyi.

img_title Wamentan Sudaryono: Dari Gayo hingga Toraja, Kopi Indonesia Tak Terkalahkan di Panggung Dunia

Menurut laporan Hindustan Times, seperti dikutip dari Antara News, Jumat (30/1/2026), ahli gizi di Motherhood Hospital, Gurugram, Dr. Nisha mengatakan bahwa banyak orang tidak menyadari betapa cepatnya kafein dapat menumpuk dalam tubuh yang berdampak pada fisik maupun psikologis.

"Bahkan sedikit lebih banyak dapat menstimulasi sistem saraf secara berlebihan dan mengganggu tidur, pencernaan, dan suasana hati. Mendengarkan tanda peringatan awal tubuh menjadi langkah pertama menuju tingkat energi yang lebih sehat dan seimbang," kata Dr. Nisha.

img_title Jangan Minum Kopi Saat Sahur, Ini Bahayanyaa

Dr. Nisha mengatakan tanda peringatan awal tubuh kelebihan kafein seperti gemetar atau tidur terganggu. Adapun berikut lima tanda atau gejala tubuh kelebihan kafein, di antaranya:

1. Merasa bergetar, gelisah, atau sangat gugup tanpa alasan

img_title Rahasia Sahur Biar Konsentrasi Tetap Tajam Saat Puasa, Bukan Cuma Soal Kopi!

Kafein memblokir adenosin, menstimulasi sistem saraf pusat secara berlebihan dan memicu pelepasan adrenalin berlebih, yang berdampak dapat memperburuk gangguan kecemasan, meningkatkan stres, serta memengaruhi fokus dan suasana hati.

2. Sulit tidur, sering terbangun malam hari, atau bangun dalam kondisi tidak segar

Dengan waktu paruh 5–6 jam, kafein menunda siklus tidur nyenyak jika dikonsumsi terlalu sore. Dampak pada kesehatan seperti tidur buruk mengganggu proses pemulihan, imunitas, dan regulasi suasana hati.

3. Jantung berdegup kencang, berdebar, atau berdetak tidak beraturan saat istirahat

Kelebihan kafein memicu adrenalin berlebih menstimulasi jantung hingga meningkatkan detak dan ketidakteraturan. Sebuah laporan oleh Journal of Psychopharmacology menunjukkan bahwa stres kardiovaskular dan palpitasi yang terus-menerus memerlukan evaluasi medis.

4. Penderitaan pencernaan berupa sering ke kamar mandi, kram perut, refluks asam, atau sakit lambung

Hal ini lantaran kafein bersifat diuretik, laksatif, dan meningkatkan produksi asam lambung, di mana berdampak pada kesehatan seperti dapat menyebabkan dehidrasi, malabsorpsi nutrisi, dan iritasi gastrointestinal.

5. Sakit kepala setiap hari atau nyeri hebat saat tidak mengonsumsi kafein

Kafein menyempitkan pembuluh darah otak, dan penghentiannya menyebabkan pelebaran kembali yang memicu rasa sakit. Hal itu berdampak menunjukkan ketergantungan dan dapat menyebabkan siklus withdrawal yang menyakitkan.

Halaman Selanjutnya
img_title