6 Fakta Kopi Ini Mungkin Belum Pernah Anda Dengar! Nomor 2 Pernah Dilarang Raja, Nomor 6 Bikin Hati Terenyuh
- (KamranAydinov/Freepik)
Jateng – Kopi bukan sekadar minuman penghilang kantuk. Di balik setiap tegukannya, tersimpan sejarah panjang, budaya yang unik, dan fakta-fakta mengejutkan yang mungkin belum pernah Anda dengar.
Dari asal-usul nama yang sering disalahartikan, larangan yang pernah berlaku, hingga tradisi berbagi yang menghangatkan hati, mari kita kupas sisi lain dari biji ajaib yang mendunia ini, seperti dikutip dari beragam sumber, Jumat (6/2/2026):
1. Espresso: Filosofi "Memeras", Bukan "Cepat"
Banyak yang mengira "espresso" berarti sajian kopi yang express atau cepat. Faktanya, istilah ini berasal dari bahasa Italia yang berakar pada kata Latin 'exprimere', yang artinya "memeras" atau "menekan keluar". Ini merujuk pada proses penyeduhan di mana air panas ditekan melalui bubuk kopi padat. Pengucapan yang benar adalah "espresso", bukan "expresso".
2. Larangan Raja atas Kedai Kopi di Inggris
Pada puncak popularitasnya sekitar tahun 1670-an, Raja Charles II justru mengeluarkan dekrit untuk menutup semua kedai kopi di Inggris pada 1675. Ia menganggap tempat-tempat itu sebagai sarang "efek yang jahat dan berbahaya" serta "mengganggu kedamaian dan ketenangan kerajaan". Diduga, kekhawatiran ini muncul karena kedai kopi dianggap sebagai tempat berkumpulnya orang untuk membahas politik dan ide-ide subversif. Namun, protes publik yang keras memaksa sang raja menarik kembali keputusannya dalam waktu singkat.
3. Brasil: Raja Kopi Dunia yang Tak Tergoyahkan
Hampir separuh pasokan kopi dunia berasal dari satu negara: Brasil. Dengan produksi sekitar 2,6 juta metrik ton per tahun, negeri Samba ini menyumbang hampir 40% dari total produksi global. Iklim dan wilayahnya yang luas menjadikannya penghasil utama baik untuk varietas Arabika maupun Robusta.
4. Finlandia: Juara Dunia Penikmat Kopi
Orang Finlandia adalah konsumen kopi per kapita tertinggi di dunia. Rata-rata, setiap warganya menghabiskan sekitar 12 kilogram (kg) biji kopi per tahun. Tradisi "kahvi" (kopi) sangat mengakar dalam kehidupan sosial dan budaya mereka, sering dinikmati beberapa kali dalam sehari.
5. Moka: Nama yang Melintas dari Yaman ke Cokelat
Nama "moka" untuk paduan kopi dan cokelat ternyata berasal dari nama pelabuhan Al-Makha (Mocha) di Yaman. Pada abad ke-15, pelabuhan ini adalah pusat perdagangan biji kopi Arabia yang terkenal. Meski resep modern kopi moka (espresso, cokelat, dan susu) terinspirasi dari minuman Italia Bicerin, namanya telah mengabadikan warisan Yaman dalam sejarah kopi.