4 Hidangan Imlek dan Fakta di Baliknya: Aturan Kue Keranjang, Makna Nastar, hingga Asal-Usul Pangsit.
- pixabay
Jateng – Pakar fengsui Yulius Fang mengatakan ada beberapa makanan yang lazim ada di rumah masyarakat Tionghoa saat merayakan Tahun Baru Imlek, di antaranya kue nastar, kue lapis, dumpling (pangsit), dan kue keranjang.
Menurut Yulius, setiap hidangan menyimpan doa dan simbol tersendiri. Kue nastar dengan isian nanas misalnya, dipercaya mampu mendatangkan kemakmuran, keberuntungan, dan kekayaan. Dalam bahasa Hokkien, nanas dikenal sebagai ‘ong lai’ yang berarti “kemakmuran datang”.
“Jadi ‘ong’ itu dimaknai adalah suatu hal yang hebat, berkuasa, makmur dan sebagainya. Ditambah lai, artinya datang seperti itu. Dan ini diartikan bahwa mereka yang menggunakan ‘ong lai’ ini, kalau dibuat sembayang itu supaya tahun ini pokoknya saya berkembang, hebat, makmur seperti itu,” kata Yulius kepada ANTARA yang dikutip Kamis (12/2/2026).
Ia menjelaskan, kehadiran nastar di meja menjadi simbol bahwa siapa pun yang memakannya diharapkan memperoleh kehidupan yang bertumbuh dan penuh kejayaan.
Selanjutnya, kue lapis hadir sebagai lambang rezeki yang datang berlapis-lapis sepanjang tahun. Sementara itu, dumpling atau pangsit menyimpan cerita sejarah dari masa lalu di Tiongkok. Dahulu, perayaan Imlek kerap bertepatan dengan musim dingin, di mana sayur dan buah sulit didapat. Adonan tepung dan daging menjadi bahan yang mudah diolah, sehingga dumpling menjadi pilihan utama untuk disantap saat hari raya.
Yulius menambahkan, satu makanan lain yang tak kalah populer adalah kue keranjang. Meski kerap dijadikan hantaran untuk sanak saudara, dalam tradisi masyarakat Tionghoa, kue keranjang yang diletakkan di meja tamu memiliki aturan khusus.
“Jadi meskipun kue keranjang disediakan untuk disuap, tapi kue keranjang itu kalau kamu lihat, tidak untuk dimakan oleh tamu yang datang ke rumah pas pada saat silaturahmi sincia, enggak. Tapi dimakan oleh tuan rumah sendiri,” jelasnya.
Hal ini disebabkan tekstur kue keranjang yang masih basah dan lengket sehingga kurang cocok disajikan langsung. Biasanya, tuan rumah akan menunggu beberapa hari hingga kue agak mengeras sebelum dikonsumsi. Namun, kue keranjang tetap dapat diberikan sebagai hantaran atau hadiah yang melambangkan kebersamaan.