Fakta atau Sekadar Sensasi? Begini Cara Air Soda Kirim Sinyal Kenyang ke Otak
- (brgfx/freepik)
Jateng – Dokter bedah sekaligus kreator konten kesehatan berbasis di Inggris Raya, dr. Karan Rajan, membagikan kemampuan tersembunyi sparkling water alias air soda untuk menekan keinginan ngemil.
Menurut laporan Hindustan Times yang dirangkum Antara dan dikutip pada Kamis (12/2), minum air soda dapat mengelabui kebiasaan mencamil tanpa sadar. Sebagian besar dari apa yang dianggap sebagai rasa lapar sebenarnya bukanlah rasa lapar yang sesungguhnya, melainkan sering kali disebabkan oleh kebosanan, stres, atau kebutuhan otak akan stimulasi.
Rajan menjelaskan bahwa nafsu makan diatur secara terpusat dan dipengaruhi oleh beberapa sinyal fisiologis, termasuk masukan dari usus, saraf vagus, dan reseptor peregangan perut. Artinya, keinginan untuk ngemil bukan hanya persoalan psikologis, tetapi juga memiliki komponen biologis yang kuat.
Di sinilah air soda berperan. Karbonasi menambah volume dan meregangkan perut secara perlahan, memicu sinyal ke otak yang meningkatkan rasa kenyang dan membantu mengurangi asupan kalori lebih lanjut.
"Saat minum air soda, CO2 dan karbonasi meningkatkan distensi (pembesaran) lambung," kata Rajan.
Secara fisik, lambung yang meregang akan mengaktifkan mekanoreseptor pada dinding lambung. Lambung kemudian mengirimkan sinyal melalui saraf vagus menuju hipotalamus dan batang otak. Pesannya sederhana: volume terdeteksi, asupan energi bisa dihentikan sementara. Dalam pengaturan nafsu makan tahap awal, volume lebih memengaruhi rasa kenyang daripada kalori.
Lebih lanjut, dokter bedah tersebut menambahkan bahwa air soda yang meregangkan dinding perut secara lembut juga dapat menekan hormon pemicu rasa lapar (ghrelin) sekaligus merangsang hormon pemicu rasa kenyang.
Namun, Rajan mengklarifikasi bahwa air soda tidak secara langsung menyebabkan penurunan lemak. Kalori tetaplah asupan penting bagi tubuh. Sebaliknya, air soda berfungsi sebagai alat bantu untuk menekan nafsu makan, sehingga memudahkan seseorang dalam membuat pilihan makanan yang lebih bijak dan sehat.