Minuman Paling Aneh Sedunia: Ada Kopi Luwak hingga Susu Kecoak
- (stockking/freepik)
Jateng – Dari meja bar mewah hingga laboratorium ilmuwan, batasan antara minuman dan eksperimen kerap kabur. Di Indonesia, ada kopi yang melewati perut luwak sebelum diseduh. Di Korea Selatan, mata ikan tuna justru jadi campuran soju.
Para peneliti global bahkan mengekstrak susu dari usus kecoa, sementara di Kanada, segelas koktail baru dianggap sah jika bibir peminumnya menyentuh jari kaki manusia yang diawetkan.
Inilah empat minuman paling ekstrem yang menantang logika dan nyali, dirangkum dari sejumlah sumber, Kamis (12/2/2026):
1. Kopi Luwak – Indonesia
Indonesia menyumbang satu nama dalam daftar minuman paling kontroversial sekaligus termahal di dunia. Kopi Luwak dihasilkan dari proses alami yang unik: biji kopi dimakan, difermentasi di dalam perut musang, lalu keluar bersama kotorannya. Setelah dibersihkan dan dipanggang, kopi ini menghasilkan rasa yang lebih halus dan tidak terlalu asam. Meski prosesnya kerap dianggap menjijikkan, Kopi Luwak justru menjadi kebanggaan Nusantara dan incaran pencinta kopi dunia.
2. Soju Air Mata Tuna – Korea Selatan
Minuman beralkohol khas Korea ini menguji nyali para penikmatnya. Soju Air Mata Tuna dibuat dengan mencampurkan soju dan mata ikan tuna yang padat. Setelah diolah, mata ikan berubah tekstur menyerupai jeli dengan rasa gurih yang kuat. Bukan pilihan umum bagi kebanyakan lidah, namun bagi sebagian orang justru menggugah selera.
3. The Sourtoe Cocktail – Kanada
Dari Yukon, Kanada, muncullah koktail paling ekstrem dan legendaris: The Sourtoe Cocktail. Satu bahan utamanya adalah jari kaki manusia yang diawetkan dengan garam. Aturannya sederhana namun menguji mental: minuman dianggap sah hanya jika bibir peminumnya menyentuh jari tersebut. Tradisi ini telah bertahan puluhan tahun dan terus menarik wisatawan yang haus sensasi.
4. Susu Kecoak – Global
Para ilmuwan menemukan sumber nutrisi alternatif yang jauh dari kebiasaan: susu kecoak. Cairan ini diekstrak dari usus kecoak betina dan disebut kaya akan protein, asam amino, serta nutrisi penting lainnya. Beberapa penelitian bahkan memproyeksikannya sebagai pangan masa depan. Namun, tantangan terbesarnya bukan pada teknologi, melainkan pada keberanian manusia untuk meneguknya.