Rahasia Sahur Anak agar Kuat Puasa, Ini Tips Biar Gak Cepat Lapar dan Tetap Terhidrasi

Ilustrasi anak, anak-anak, anak sekolah.
Sumber :
  • (Freepik)

Jateng – Bulan Ramadan menjadi momen spesial bagi banyak keluarga, termasuk saat mengenalkan ibadah puasa kepada anak-anak. Namun, seringkali orang tua khawatir apakah si kecil mendapatkan gizi yang cukup saat berpuasa. Jangan khawatir, dokter spesialis anak membagikan panduan lengkapnya!

img_title PAUD Labschool Unnes Tanamkan Cinta Lingkungan Melalui Pentas

Dokter spesialis anak lulusan Universitas Indonesia dr. Afiffa Mardhotillah, Sp. A membagikan beberapa cara bagi orang tua untuk memenuhi kebutuhan gizi anak yang sudah mulai belajar berpuasa. Kuncinya ada pada kesiapan anak dan pengaturan asupan yang tepat.

Berikut ini ulasannya, dikutip dari Antara, Jumat (27/2/2026):

img_title Ciptakan Lingkungan Sekolah Ramah Anak, Gaungkan Gerakan Anti Bullying

Pastikan Usia dan Kesiapan Mental Anak

Langkah pertama yang paling penting adalah memastikan anak benar-benar siap secara fisik dan mental.

img_title Turun ke Jalan, Perempuan Bangsa Jateng Bagikan Ribuan Paket Takjil

"Beberapa hal yang perlu dipastikan adalah usia dan kesiapan mental anak. Pastikan si kecil sudah cukup matang serta pastikan anak dalam kondisi sehat," kata Afiffa.

Dengan memastikan anak dalam kondisi sehat, proses belajar puasa akan lebih menyenangkan dan tidak memaksakan.

Aturan Minum 25% untuk Cegah Dehidrasi

Seringkali anak yang baru belajar berpuasa mengalami kekurangan nafsu makan dan meningkatnya risiko terkena dehidrasi atau kurang cairan tubuh. Menurut dokter yang bekerja di RS Pondok Indah-Bintaro Jaya itu, anak usia sekolah membutuhkan cairan sekitar 1 sampai 2 liter per hari tergantung pada berat badannya.

Dalam hal ini, orang tua dapat memastikan kebutuhan cairan anak terpenuhi. Ajak anak untuk rajin minum air putih atau cairan lainnya. Afiffa menyebut ajakan untuk meminum cairan boleh dibagi secara harian menjadi:

  • 25 persen saat berbuka
  • 25 persen saat makan malam
  • 25 persen saat ingin tidur
  • 25 persen saat sahur

"Jika bosan minum air putih, infused water yang dicampur buah mungkin dapat menjadi solusi," kata dia. Ide menarik, kan?

Pilih Karbohidrat Indeks Glikemik Rendah

Dari sisi pemenuhan gizi melalui makanan, orang tua dapat memastikan jumlah karbohidrat, protein, lemak, dan serat seimbang. Jika memungkinkan, utamakan asupan karbohidrat dengan indeks glikemik rendah seperti nasi merah, kentang, oats, dan lain-lain agar anak tidak cepat lapar.

Dia menganjurkan untuk menghindari sahur atau berbuka puasa dengan makanan atau minuman tinggi gula agar tidak terjadi lonjakan gula darah yang terlalu cepat. Ini penting untuk menjaga energi anak tetap stabil sepanjang hari.

Halaman Selanjutnya
img_title