Ternyata Begini Cara Memilih Takjil Aman dan Sehat Versi Dinkes, Hindari Gangguan Pencernaan
- (Freepik)
Jateng – Bulan Ramadan selalu identik dengan berburu takjil. Aneka jajanan manis dan gurih berjejer di pinggir jalan, siap menggoda selera. Tapi, pernahkah kamu berpikir apakah takjil yang kamu beli aman dan sehat? Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tanjungpinang punya jawabannya!
Dinkes Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), memberikan sejumlah tips penting dalam memilih menu takjil berbuka puasa yang aman dan sehat. Tujuannya agar kita terhindar dari masalah kesehatan yang tidak diinginkan.
"Penting bagi kita memilih takjil aman dan sehat agar terhindar dari gangguan pencernaan hingga penyakit kronis lainnya akibat konsumsi gula/lemak berlebih," kata Kepala Dinkes Tanjungpinang Rustam di Tanjung Pinang, dikutip dari Antara, Jumat (27/2/2026).
Penasaran apa saja tips dari Dinkes? Yuk, simak!
1. Pilih Lokasi Dagangan yang Bersih
Tips pertama dan paling mendasar adalah memperhatikan kebersihan lokasi penjual. Rustam menyampaikan, pastikan tempat berjualan jauh dan bebas dari area sampah. Lingkungan yang kotor bisa menjadi sumber kontaminasi bakteri pada makanan.
2. Pastikan Pedagang Jaga Higienitas
Selanjutnya, perhatikan cara pedagang menyajikan makanan. Idealnya, mereka menerapkan protokol kesehatan dengan menggunakan alat bantu seperti sarung tangan, penjepit makanan atau kue. Hindari pedagang yang bersin atau meludah sembarangan di dekat makanan.
3. Perhatikan Suhu Penyimpanan Makanan
"Penyimpanan makanan harus disesuaikan dengan suhu, panas atau dingin," ujarnya. Makanan yang seharusnya disajikan panas jangan sampai dibiarkan dingin di suhu ruang terlalu lama, begitu juga sebaliknya.
4. Hindari Kemasan Koran dan Plastik Hitam
Rustam juga mengingatkan soal kemasan. Sebaiknya, pilih takjil yang menggunakan kemasan pangan khusus, seperti kertas minyak. Ia menegaskan, tidak disarankan memakai koran dan plastik hitam karena dapat mengandung zat berbahaya yang bisa berpindah ke makanan.
5. Pastikan Makanan Tertutup
Lalat adalah salah satu vektor penyakit. Makanan atau kue yang dijual harus ditutup guna mencegah lalat hinggap. "Lalat berpotensi membawa bakteri berbahaya dari tempat kotor ke makanan manusia," jelas Rustam.
6. Dinkes Turun Tangan Langsung
Lebih lanjut ia mengatakan pihaknya bersama puskesmas, Loka POM, dan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) setempat turun langsung memeriksa menu takjil yang dijajakan, baik di pinggir-pinggir jalan maupun pemukiman penduduk.