Fakta Mengejutkan! Black Friday Ternyata Berawal dari Peristiwa Kelam yang Jarang Diungkap

Black Friday.
Sumber :
  • (Freepik)

Jateng – Sebagian orang mungkin sudah cukup familiar dengan istilah Black Friday, terutama mereka yang gemar berbelanja. Pada hari tersebut, berbagai toko—baik online maupun offline—ramai menawarkan diskon besar-besaran.

img_title Fakta Mengejutkan: Ikan Bisa Haus dan Punya Cara Unik "Minum" Air

Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa istilah ini muncul dari sebuah peristiwa yang tak terduga. Meski begitu, tradisi Black Friday justru berkembang pesat dan kini diperingati di berbagai negara di seluruh dunia.

Apa itu Black Friday?

img_title Rahasia Jahe Terungkap: Dari Redakan Nyeri Sampai Kendalikan Gula Darah, Cukup Seduh Jadi Teh

Dilansir dari Traveloka, Black Friday adalah istilah untuk hari belanja besar-besaran yang jatuh setiap hari Jumat di minggu keempat bulan November. Tahun ini, Black Friday akan diperingati pada Jumat, 28 November 2025.

Peringatan ini berlangsung sehari setelah Thanksgiving di Amerika Serikat dan menjadi penanda dimulainya musim belanja Natal. Karena itu, hampir semua toko memberikan diskon besar atau promo istimewa untuk menarik pelanggan.

img_title 7 Fakta Makanan yang Bakal Bikin Kamu Syok! Nomor 5 Bikin Merinding

Pada hari tersebut, banyak toko bahkan mulai beroperasi lebih awal—beberapa di antaranya membuka penjualan sejak tengah malam atau ketika perayaan Thanksgiving masih berlangsung. Black Friday pun menjadi salah satu momen belanja paling sibuk dan paling dinantikan setiap tahunnya.

Sejarah Kelam Black Friday

Melansir sejumlah sumber, Jumat (28/11/2025), didapati bahwa istilah Black Friday pertama kali muncul pada tahun 1869 ketika Amerika Serikat dilanda krisis keuangan besar akibat manipulasi harga emas oleh dua investor. Aksi tersebut memicu kepanikan nasional, membuat harga emas jatuh dan pasar saham ikut anjlok.

Pada era 1950–1960-an, istilah Black Friday mulai digunakan untuk menggambarkan kekacauan yang terjadi sehari setelah Thanksgiving. Banyak pekerja tidak masuk kerja, sementara polisi di Philadelphia memakai istilah tersebut untuk menandai kemacetan parah dan kerumunan besar di pusat perbelanjaan. Situasi itu terjadi karena masyarakat memanfaatkan libur panjang untuk mulai berbelanja kebutuhan Natal.

Memasuki akhir 1980-an, para pelaku ritel melihat peluang dari lonjakan aktivitas belanja setelah Thanksgiving. Mereka kemudian mengubah Black Friday menjadi momentum pemasaran dengan memberikan diskon besar-besaran. Tradisi ini berkembang pesat, semakin diperkuat oleh kehadiran e-commerce dan promosi global, hingga akhirnya Black Friday berubah menjadi fenomena belanja internasional yang dirayakan di banyak negara, baik secara langsung maupun secara online.