6 Banjir Mematikan Sepanjang Sejarah Korbannya Capai Jutaan, Nomor 6 Sampai Hapus Kota!

Ilustrasi banjir.
Sumber :
  • (Freepik/AI Generated)

JatengBanjir merupakan salah satu bencana alam yang paling sering terjadi dan dapat menelan korban dalam jumlah besar. Sepanjang sejarah, beberapa banjir bahkan tercatat sebagai tragedi kemanusiaan paling mematikan yang pernah terjadi.

img_title Pemprov Jateng Siapkan Solusi Permanen Banjir Demak

Faktor pemicunya beragam—mulai dari curah hujan ekstrem, kegagalan infrastruktur, hingga tindakan manusia sendiri—namun dampaknya selalu sama: kerusakan besar dan hilangnya banyak nyawa.

Berikut enam banjir paling mematikan yang pernah tercatat dalam sejarah dunia, mengutip sejumlah sumber, Jumat (28/11/2025):

img_title Banjir Demak Tak Kunjung Usai, Gubernur Jateng Bongkar Akar Masalah dari Hulu

1. Banjir St. Felix, Belanda (1530)

Pada 5 November 1530, Provinsi Zeeland, Belanda, dilanda banjir besar yang dikenal sebagai Evil Saturday atau "Sabtu Buruk". Sekitar 100 ribu orang tewas, menjadikan peristiwa ini salah satu banjir paling mematikan di Eropa.

img_title Tanggul Jebol, Banjir Demak Meluas ke 6 Desa, Ratusan Warga Dievakuasi

2. Banjir Sungai Kuning (Yellow River), China (1887)

Pada 1887, Sungai Kuning meluap hebat hingga menewaskan lebih dari 900 ribu orang. Dua juta warga kehilangan rumah, dan beberapa catatan memperkirakan total korban mencapai tiga juta jiwa. Bencana ini menjadi salah satu banjir paling mematikan sepanjang masa.

3. Banjir Sungai Yangtze–Huai, China (1931)

Peristiwa ini merupakan salah satu banjir paling mematikan di dunia. Mencairnya salju ekstrem dan hujan deras berbulan-bulan membuat permukaan Sungai Yangtze dan Huai naik drastis. Antara Mei–Juni 1931, wilayah seluas negara Inggris terendam, dan banjir baru surut pada Agustus. Korban jiwa diperkirakan mencapai 1–4 juta orang—sekitar 150 ribu tenggelam, sementara sisanya meninggal akibat penyakit serta kelaparan.

4. Banjir Yangtze, China (1935)

Beberapa tahun setelah banjir dahsyat 1931, kawasan Yangtze kembali dihantam bencana. Serangkaian topan memicu kenaikan air mendadak pada 6 Juli 1935, menyebabkan tanggul jebol dan pemukiman terendam. Lebih dari 140 ribu orang meninggal, dengan angka kematian bertambah akibat kelaparan setelah peristiwa tersebut.

5. Banjir Sungai Kuning, China (1938)

Tragedi ini terjadi akibat tindakan militer China yang sengaja merusak tanggul untuk memperlambat pergerakan tentara Jepang. Dampaknya sangat besar: banjir masif menewaskan sekitar 800–900 ribu orang, termasuk banyak tentara Jepang.

6. Jebolnya Bendungan Banqiao, China (1975)

Bendungan Banqiao dibangun untuk menahan curah hujan tinggi, namun gagal saat hujan ekstrem mengguyur wilayah tersebut. Keruntuhan bendungan memicu jebolnya tanggul Sungai Quan dan menyebabkan banjir besar. Antara 85–240 ribu orang tewas, dan beberapa kota, termasuk Komune Daowencheng, hilang tersapu banjir.