Gila! Dua Ratu Ini Lakukan Hal Mengerikan pada Suami yang Sudah Mati, Bikin Sejarawan Syok
- U-Report
Jateng – Dalam masa monarki-monarki agung, keluarga ningrat bangsa-bangsa Eropa sering dipuja sebagai kalangan paling terhormat, beradab, dan berada di atas rakyat jelata. Tapi ternyata, di balik kemegahan istana, tersimpan kisah-kisah kelam, aneh, dan menjijikkan yang bikin bulu kuduk berdiri.
Seperti dikutip dari Listverse.com pada Jumat (12/12/2025), berikut dua kisah paling ekstrem dari ratu-ratu yang membuat reputasi bangsawan Eropa tak lagi terlihat indah:
1. Joanna dari Castile dan Jasad Suami
Joanna dari Castile, ibunda dari Kaisar Charles V dari Spanyol, menikah cukup lama dengan seorang pria yang dijuluki Philip yang Tampan.
Sedemikian cintanya, ia tidak mengizinkan suaminya dimakamkan ketika meninggal dunia dan menyimpan jasad suami di dalam kamar.
Selama 12 bulan kemudian, pada saat jasad Philip sedang meluruh, Joanna meneruskan kehidupan seakan pria itu masih hidup. Ketika ada yang bertanya, dengan enteng Joanna menjawab bahwa Philip sedang tidur dan akan segera bangun.
Ia bahkan tidur malam bersama dengan jasad itu dan meminta para pelayan agar memperlakukan jasad dengan hormat selayaknya kepada seorang raja.
Karena cemburu, ia bahkan melarang wanita manapun masuk ke dalam kamar melihat jasad tersebut, karena khawatir wanita lain itu akan jatuh hati.
2. Ratu Maria Eleonora Tidur dengan Jantung
Jika kisah Joanna sudah membuat merinding, yang satu ini bahkan lebih ekstrem.
Ratu Maria Eleonora tidak mencintai suaminya, Raja Gustavus Adolphus, demi kekuasaan atau uang. Ia mencintai suaminya karena hatinya, sehingga ketika suaminya meninggal, ia meminta jantung suaminya dicopot agar bisa menemani tidurnya.
Maria Eleonora menyimpan organ suaminya dalam kotak emas yang ditempatkan di ranjang setiap malam. Dalam beberapa malam, ia bahkan mengajak putrinya naik ke ranjang agar berdekatan dengan jantung ayahnya.
Hal itu menjadi pengalaman traumatis yang tidak bisa dilupakan putrinya. Ia kemudian menuliskan bahwa ibunya amat bengis dan “tidak pernah berhenti menangis dan mengaku ‘tidak mampu berduka secara sempurna.’”