3 Kebiasaan Jorok Orang Yunani Kuno yang Bikin Geleng Kepala, Nomor 2 Paling Sulit Dibayangkan
- Pixabay/Peter H
Jateng – Yunani Kuno kerap dipuja sebagai peradaban agung. Dari sanalah lahir filsuf-filsuf besar, konsep demokrasi, hingga fondasi pemikiran modern yang masih dipelajari hingga kini. Namun di balik kejayaannya, kehidupan sehari-hari bangsa Yunani Kuno ternyata jauh dari kata bersih.
Beberapa kebiasaan mereka bahkan bisa membuat orang zaman sekarang bergidik. Mulai dari ritual di kamar mandi hingga praktik medis yang tak masuk akal, standar kebersihan kala itu sangat berbeda dengan masa kini.
Seperti dikutip dari Listverse.com pada Selasa (16/12/2025), berikut tiga kebiasaan paling jorok di masa Yunani Kuno yang mungkin tak pernah kamu bayangkan sebelumnya:
1. Membersihkan Tinja Pakai Batu, Bukan Kertas Toilet
Jauh sebelum kertas toilet dikenal di Eropa pada abad ke-16, masyarakat Yunani Kuno punya cara sendiri untuk membersihkan diri usai buang air besar. Salah satu yang paling umum adalah menggunakan batu.
Mereka menyimpan beberapa batu di area buang air dan menggosokkannya ke tubuh untuk membersihkan tinja. Bahkan, kebiasaan ini begitu lazim hingga melahirkan pepatah terkenal, "Tiga batu sudah cukup untuk menyeka."
Tak hanya batu, pecahan jambangan keramik juga kerap digunakan sebagai alat pembersih. Tak heran jika penyakit seperti wasir menjadi masalah besar di masa itu.
2. Tabib Mencicipi Kotoran Telinga Pasien
Datang ke tabib pada masa Yunani Kuno bisa jadi pengalaman yang mengejutkan. Salah satu metode diagnosis yang digunakan adalah mencicipi cairan tubuh pasien—termasuk kotoran telinga.
Praktik ini berakar dari ajaran Hipokrates, tokoh medis legendaris yang percaya bahwa tubuh manusia terdiri dari cairan-cairan dengan rasa tertentu. Dari rasa itulah, tabib menentukan kondisi kesehatan seseorang.
Bahkan urine pun dicicipi. Dalam pengobatan Hipokrates, urine sehat seharusnya terasa seperti jus buah ara. Jika rasanya berbeda, itu dianggap sebagai tanda penyakit.
3. Daki dan Keringat Atlet Dijual sebagai Obat
Atlet Yunani Kuno bertanding tanpa busana dan melumuri tubuh mereka dengan minyak. Setelah berlaga—baik berlari maupun bergulat—tubuh mereka dipenuhi debu, keringat, dan kotoran.
Campuran itu kemudian dikerok dari kulit mereka. Yang mengejutkan, daki tersebut tidak dibuang. Budak-budak khusus ditugaskan mengumpulkannya untuk dimasukkan ke dalam botol dan dijual.