4 Fakta Unik Kerajaan Inggris yang Jarang Terungkap, Nomor 1 Keren Banget
- (brgfx/freepik)
Jateng – Hidup sebagai anggota Kerajaan Inggris ternyata tidak sekadar soal istana megah dan pakaian mewah. Di balik kemewahan itu, ada banyak aturan dan kebiasaan unik yang membuat kehidupan sehari-hari mereka jauh berbeda dari orang kebanyakan.
Tak heran jika sejumlah kebiasaan keluarga kerajaan terdengar aneh, bahkan sulit dipercaya bagi masyarakat umum. Mulai dari urusan berkendara hingga tata krama dalam keluarga, semuanya diatur dengan tradisi yang sudah berlangsung ratusan tahun.
Mengutip sejumlah sumber, Selasa (23/12/2025), berikut sederet fakta unik tentang Kerajaan Inggris yang jarang diketahui publik.
1. Ratu Bisa Menyetir Tanpa SIM
Meski sesekali mengemudi, Ratu ternyata tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Ia juga tidak diwajibkan mengikuti tes mengemudi seperti warga negara lainnya.
Menariknya lagi, kendaraan yang dikendarai Ratu tidak perlu menggunakan pelat nomor. Hal ini karena semua SIM dan pelat kendaraan di Inggris secara resmi diterbitkan atas nama sang Ratu.
2. Ratu Merayakan Dua Ulang Tahun
Ratu Elizabeth lahir pada 21 April 1926. Namun, ia juga diwajibkan merayakan ulang tahun resmi kedua yang biasanya jatuh pada Sabtu kedua di bulan Juni.
Tradisi ini dilakukan agar perayaan besar seperti Trooping the Colour bisa digelar saat cuaca musim panas lebih bersahabat, sehingga parade dapat berlangsung dengan maksimal.
3. Ratu Bukan Orang Terkaya di Inggris
Banyak yang mengira Ratu adalah sosok paling tajir di Inggris. Faktanya, kekayaannya masih berada jauh di bawah sejumlah tokoh terkenal lainnya.
Perhitungan terbaru menyebutkan kekayaan Ratu diperkirakan mencapai £350 juta atau sekitar USD 474 juta, menempatkannya di peringkat ke-372 orang terkaya di Inggris. Bahkan, Sir Paul McCartney berada di posisi yang lebih tinggi dengan kekayaan sekitar £800 juta.
4. Suami Ratu Harus Berjalan di Belakangnya
Dalam struktur Kerajaan Inggris, Ratu adalah pemegang otoritas tertinggi. Hal ini membuat suaminya, Pangeran Philip, tidak menyandang gelar raja.
Sebagai konsekuensinya, ia harus berjalan di belakang Ratu dan membungkuk kepadanya, sama seperti anggota keluarga kerajaan lainnya. Tradisi ini menegaskan posisi Ratu sebagai pemimpin tertinggi dalam monarki Inggris.