Minum Kopi Kebanyakan Bisa Jadi Masalah, Ini Sinyal Tubuh Kelebihan Kafein yang Sering Diabaikan
- (Freepik)
Jateng – Kopi dan minuman berenergi kerap menjadi andalan untuk mengusir kantuk dan menjaga fokus. Namun, di balik efek segarnya, konsumsi kafein berlebihan justru bisa menjadi sumber stres tersembunyi bagi tubuh dan pikiran.
Banyak orang tidak sadar bahwa kafein dapat menumpuk dengan cepat di dalam tubuh dan memicu gangguan fisik hingga psikologis. Hal ini diungkapkan oleh Ahli Gizi Motherhood Hospital, Gurugram, Dr. Nisha.
"Bahkan sedikit lebih banyak dapat menstimulasi sistem saraf secara berlebihan dan mengganggu tidur, pencernaan, dan suasana hati. Mendengarkan tanda peringatan awal tubuh menjadi langkah pertama menuju tingkat energi yang lebih sehat dan seimbang,” kata Dr. Nisha, seperti dikutip dari laporan Hindustan Times yang dirangkum Antara, Rabu (25/12/2025).
Menurut Dr. Nisha, sejumlah sinyal awal sering muncul namun kerap dianggap sepele. Mulai dari tubuh bergetar hingga tidur yang tak lagi nyenyak. Berikut lima tanda tubuh mengalami kelebihan kafein yang perlu diwaspadai:
1. Tubuh Bergetar dan Gelisah Tanpa Sebab
Saat kafein memblokir adenosin, sistem saraf pusat bisa terstimulasi secara berlebihan. Dampaknya, pelepasan adrenalin meningkat dan memicu rasa gelisah, gugup, hingga memperburuk kecemasan. Kondisi ini juga dapat memengaruhi fokus dan suasana hati.
2. Sulit Tidur dan Bangun Tak Segar
Kafein memiliki waktu paruh sekitar 5–6 jam. Jika dikonsumsi terlalu sore, zat ini bisa mengganggu fase tidur nyenyak. Akibatnya, tubuh tidak pulih optimal, daya tahan menurun, dan suasana hati menjadi tidak stabil.
3. Jantung Berdebar Meski Sedang Istirahat
Kelebihan kafein dapat memicu lonjakan adrenalin yang menstimulasi jantung secara berlebihan. Detak menjadi cepat atau tidak beraturan. Laporan Journal of Psychopharmacology menyebutkan bahwa palpitasi berkepanjangan perlu mendapat evaluasi medis.
4. Gangguan Pencernaan yang Mengganggu Aktivitas
Sering bolak-balik ke kamar mandi, kram perut, refluks asam, atau nyeri lambung bisa menjadi sinyal kelebihan kafein. Sifat diuretik dan peningkatan asam lambung berisiko menyebabkan dehidrasi, gangguan penyerapan nutrisi, hingga iritasi saluran cerna.
5. Sakit Kepala Saat Tidak Minum Kafein
Kafein menyempitkan pembuluh darah di otak. Saat asupannya dihentikan, pembuluh darah melebar kembali dan memicu nyeri kepala. Kondisi ini menandakan ketergantungan dan dapat memicu siklus withdrawal yang menyakitkan.