Fakta Terbaru dari KBRI Caracas Usai Krisis Venezuela: 37 WNI Aman hingga Pasar Sudah Normal

Ilustrasi Venezuela, Bendera Venezuela, Venezuela.
Sumber :
  • (www.slon.pics/freepik)

Jateng – KBRI Caracas memberikan update fakta terkini pasca serangan militer AS yang mengguncang Venezuela.

img_title Fakta Vs Mitos: Ternyata Ini Alasan Masyarakat Jawa Bikin Gaduh Saat Gerhana Bulan

Mengutip Antara, Senin (5/1/2025), Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, menyatakan "KBRI Caracas melaporkan situasi keamanan dan aktivitas sosial di Caracas mulai kondusif dan menunjukkan peningkatan." Yang terpenting, "seluruh 37 WNI di Venezuela tetap aman serta dapat terus terhubung dan berkomunikasi dengan KBRI."

Aktivitas kehidupan mulai pulih dengan pasar swalayan yang beroperasi normal dan tidak ada 'panic buying'. Namun, gangguan jaringan komunikasi dan pemadaman listrik di sebagian area masih terjadi. KBRI dan Kemlu telah menyiapkan rencana kontingensi untuk mengantisipasi kemungkinan eskalasi.

img_title Fakta Gila di Balik Gerhana Bulan Malam Ini: Nyamuk Bakal Mengamuk hingga Mood Bisa Berubah Drastis!

Dalam pernyataannya, Yvonne mengatakan Indonesia juga menyampaikan keprihatinan atas tindakan AS.

"Tindakan yang melibatkan penggunaan atau ancaman kekuatan... berisiko menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan internasional," tegas Yvonne, seraya menyerukan semua pihak mematuhi hukum internasional dan mengutamakan keselamatan warga sipil.

img_title Bukan Cuma Fenomena Langit, 4 Mitos Gerhana Bulan Ini Bikin Merinding: Ada yang Ganti Raja Palsu!

Krisis ini berawal dari serangan AS yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro, yang kemudian digantikan sementara oleh Wakil Presiden Delcy Rodriguez.

Indonesia pun menyerukan kepada semua pihak untuk mematuhi hukum internasional, termasuk prinsip-prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan hukum humaniter internasional, serta mengutamakan keselamatan warga sipil, ucap Yvonne.

Rakyat Venezuela pada Sabtu (3/1) dini hari digegerkan dengan serangan militer AS terhadap instalasi sipil dan militer di beberapa negara bagian, di tengah meningkatnya ketegangan dengan AS. Negara Amerika Latin itu pun menyatakan keadaan darurat nasional.

Presiden AS Donald Trump kemudian membenarkan bahwa pihaknya melakukan serangan ke Venezuela serta berhasil menangkap Presiden Nicolas Maduro berikut istrinya, yang langsung dibawa ke AS. Pasangan tersebut menghadapi dakwaan federal AS terkait dugaan perdagangan narkoba serta kerja sama dengan organisasi teroris.

Menyusul penculikan Maduro oleh AS, Mahkamah Agung Venezuela memerintahkan Wakil Presiden Delcy Rodriguez untuk menjabat sebagai presiden sementara.