Seram! 4 Hujan Paling Misterius Sepanjang Sejarah, Nomor 1 Sempat Dikira Pertanda Dunia Kiamat

Ilustrasi cuaca hujan
Sumber :
  • Ant

Jateng – Dunia ini penuh dengan kejadian alam yang tak terduga dan seringkali sulit dipercaya. Jika hujan air adalah hal yang biasa, bagaimana jika langit menurunkan "hujan" yang jauh dari bayangan kita?

img_title Saat Daerah Lain Mengering, Wilayah di Jateng Selatan Ini Masih Diguyur Hujan

Mulai dari cairan merah pekat mirip darah, hingga jaring laba-laba, bola golf, bahkan bubuk krim kopi, fenomena-fenomena ini benar-benar terjadi dan meninggalkan decak kagum sekaligus tanda tanya.

Berikut adalah kisah tentang beberapa "hujan aneh" yang tercatat dalam sejarah, dilengkapi dengan penjelasan ilmiah di balik kejadian yang tampak supranatural tersebut, mengutip sejumlah sumber, Kamis (22/1/2026):

img_title Waspada El Nino Godzilla! Anggota DPRD Jateng Ja’far Shodiq Peringatkan Ancaman Krisis Pangan dan Air

1. HUJAN DARAH

Fenomena hujan ‘darah’ atau hujan merah pernah melanda wilayah Kerala, India, dan Sri Lanka. Peristiwa ini terjadi pada 25 Juli hingga 23 September 2001, Juni 2012, serta 15 November hingga 27 Desember 2012 di Sri Lanka. Awalnya, masyarakat setempat mengira warna merah pada air hujan hanyalah kejadian langka biasa.

img_title Fakta Vs Mitos: Ternyata Ini Alasan Masyarakat Jawa Bikin Gaduh Saat Gerhana Bulan

Namun, penelitian membuktikan bahwa air yang jatuh tersebut memang mengandung partikel menyerupai sel darah merah. Momen hujan ini terekam dalam video yang tersebar luas di YouTube. Penjelasan ilmiahnya, air merah itu merupakan campuran dari Trentepohlia annulata, sejenis alga berwarna merah yang tumbuh di area sungai dan laut India. Sayangnya, penjelasan ini datang berbulan-bulan setelah fenomena berakhir, sehingga banyak warga India terlanjur percaya itu adalah darah dan menganggapnya sebagai pertanda kiamat.

2. HUJAN BENANG

Pada Mei 2015, kawasan Southern Tablelands di New South Wales, Australia, mengalami hujan benang halus yang menutupi atap rumah, tumbuhan, dan pohon. Seperti diberitakan The Sidney Morning Herald, warga bahkan harus mengenakan pelindung kepala dan mata selama beberapa hari.

Usut punya usut, "benang" tersebut berasal dari jutaan laba-laba muda yang sedang bermigrasi secara massal. Laba-laba muda memiliki kebiasaan "ballooning", yaitu memanjat ke tempat tinggi, lalu menembakkan jaring ke angin untuk terbang berpindah tempat, terutama setelah hujan besar. Yang terjadi kali ini adalah aksi "ballooning" secara serentak oleh jutaan laba-laba. Fenomena yang disebut "Angel’s Hair" ini mengganggu warga tetapi akan hilang dengan sendirinya ketika musim panas tiba.

Halaman Selanjutnya
img_title