Apa yang Terjadi Jika Telan Permen Karet? Jawabannya Bakal Bikin Kamu Kagum Pada Tubuhmu
- (Freepik)
Jateng – "Jangan ditelan, nempel di usus tujuh tahun!"—peringatan yang mungkin sering kita dengar sejak kecil saat mengunyah permen karet.
Benarkah mitos menakutkan ini? Atau hanya sekadar cerita orang tua untuk mencegah kita menelannya? Faktanya, hampir setiap orang pasti pernah tak sengaja menelan permen karet, lalu dilanda kekhawatiran yang sama.
Artikel ini, mengutip sejumlah sumber, Selasa (3/2/2026), akan mengupas tuntas proses biologis yang terjadi dalam tubuh kita ketika "si kenyal" itu tertelan, memisahkan antara fakta medis dan mitos yang beredar. Tenang, jawabannya mungkin akan membuat Anda lega.
Kabar baiknya: menelan permen karet secara tidak sengaja umumnya tidak berbahaya dan tidak akan bersarang di perut Anda selama bertahun-tahun. Tubuh kita memiliki cara yang lebih cerdas untuk menanganinya.
Mengapa Permen Karet Sulit Dicerna?
Komposisi permen karet memang unik. Dasar kenyalnya terbuat dari polimer sintetis (sejenis karet) yang tidak dapat dipecah oleh enzim pencernaan kita. Selain itu, permen karet mengandung pemanis, perasa, dan bahan pelunak. Bahan dasar karet inilah yang tahan terhadap asam lambung yang kuat, sehingga tidak terurai seperti makanan lainnya.
Lalu, Ke Mana Larinya?
Meski tidak tercerna, permen karet tidak akan menyumbat usus Anda. Ia akan melalui sistem pencernaan dengan cara yang sama seperti serat makanan lainnya yang tidak bisa diserap—yaitu dengan didorong oleh gerak usus (peristaltik).
Prosesnya kira-kira seperti ini:
- Permen karet yang tertelan akan masuk ke lambung dan bercampur dengan makanan lain.
- Asam lambung mungkin melepaskan sedikit pemanis atau perasa, tetapi bagian karetnya tetap utuh.
- Gumpalan kecil ini kemudian berpindah ke usus halus, lalu ke usus besar.
- Akhirnya, ia akan dikeluarkan melalui feses dalam waktu 1-3 hari, sama seperti zat lain yang tidak tercerna (misalnya biji jagung atau biji wijen).
Kapan Baru Berbahaya?
Risiko hanya muncul dalam kasus yang sangat jarang dan ekstrem, yaitu jika seseorang sangat sering menelan permen karet dalam jumlah besar dalam waktu singkat. Hal ini berpotensi menyebabkan penyumbatan usus (bezoar), terutama pada anak kecil yang diameter ususnya masih kecil. Namun, untuk satu atau dua buah permen karet yang tertelan, risiko ini hampir tidak ada.