Viral Video Pemuda di Blora Dikeroyok 30 Orang Lalu Diarak Telanjang, Begini Pengakuan Mencekamnya
- ((experimentMR/Pixabay)
Jateng – Kadang, amarah yang membara mampu menutup pintu nurani. Sebuah peristiwa pilu datang dari Blora, Jawa Tengah, di mana seorang pemuda harus menanggung luka fisik dan batin setelah menjadi sasaran kemarahan warga.
Tudingan yang belum terbukti kebenarannya berujung pada tindakan main hakim sendiri yang merenggut rasa aman dan martabat seseorang. Di balik kejadian yang kini viral ini, mengutip keterangan sejumlah sumber, Rabu (11/2/2026), tersisa cerita tentang trauma, harapan akan keadilan, dan pentingnya mengedepankan akal sehat di tengah gejolak emosi.
Kala itu, malam yang sunyi di Desa Srigading, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Jawa Tengah (Jateng) mendadak berubah mencekam pada Minggu (8/2). Seorang pemuda berinisial MM, warga Kecamatan Japah, dikerumuni dan menjadi sasaran kemarahan puluhan orang. Ia diduga tengah berada di rumah seorang perempuan yang berstatus istri orang, sebelum akhirnya situasi yang panas itu melahirkan tindakan di luar batas.
Sekitar 30 orang diduga turut dalam peristiwa ini. MM tidak hanya dipukuli hingga babak belur, tetapi juga ditelanjangi dan diarak dalam kondisi tanpa busana menuju balai desa. Tangannya diikat, tubuhnya terluka, dan rasa takutnya begitu dalam. Dalam kondisi rentan itu, ia bahkan mendengar ancaman yang membuatnya gemetar. "Saya sempat diancam akan dibakar dan dibunuh oleh kerumunan warga saat itu," ujar MM dengan suara lirih, seperti dikutip dari sejumlah sumber, Rabu (11/2/2026).
Penyelamat MM datang di ujung malam. Petugas Polsek Ngawen tiba sekitar pukul 02.00 WIB dini hari dan segera mengamankannya dari amukan massa. Namun, luka sudah lebih dulu mendarat. Korban mengalami luka robek di bagian belakang kepala dan gangguan penglihatan pada mata sebelah kiri akibat benturan benda tumpul.
Atas perlakuan yang tak manusiawi ini, MM memutuskan melapor. Melalui kuasa hukumnya, ia resmi melaporkan kasus pengeroyokan dan penyiksaan ke Polres Blora. Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Zaenul Arifin, membenarkan adanya laporan tersebut. Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan tengah mendalami rekaman video yang beredar luas di masyarakat.