Tradisi Unik Tunisia saat Ramadan, dari Roti Rasa Berasap Khas Tabouna sampai Sentuhan Prancis yang Elegan
- (Pikisuperstar/Freepik)
Jateng – Bulan Ramadan menjadi puncak dari seni pembuatan roti di Tunisia, di mana ragam tradisional maupun yang kekinian saling berdampingan, terbentuk oleh pengaruh Mediterania dan Afrika Utara.
Roti tabouna, jenis roti tertua dan paling mengakar di Tunisia, menjadi pusat perhatian.
Mengutip Antara dari laporan Saudi Press Agency, Kamis (26/2/2026), diketahui bahwa setelah dipanggang di tanur tanah liat – di mana adonan roti ditempelkan pada dinding tanur yang panas – rasa berasap dan tekstur pedesaan berkelindan sehingga menjadikannya panganan utama untuk berbuka puasa. Bayangkan, sensasi menggigit roti hangat dengan aroma asap yang khas, benar-benar pengalaman yang tak terlupakan!
Sentuhan Eropa: Baguette di Meja Berbuka
Uniknya, di samping roti tabouna yang khas, roti baguette dari Prancis turut mendapat tempatnya di meja-meja makan saat bulan Ramadan. Ini mencerminkan pengaruh Eropa yang terserap penuh pada kehidupan sehari-hari di Tunisia. Perpaduan budaya Timur Tengah dan Eropa ini menciptakan harmoni rasa yang menarik.
Kreasi Kekinian: Roti dengan Topping Khas Mediterania
Dalam beberapa tahun belakangan, roti-roti Tunisia semakin kaya dalam rasa. Kini, roti-roti tersebut hadir dengan pugasan atau topping khas Mediterania seperti:
- Buah zaitun dan minyak zaitun
- Keju lokal yang gurih
- Bawang bombai dan timi yang harum
- Jintan hitam yang memberikan sentuhan rasa eksotis
Kekayaan ragam roti Tunisia ini menarik perhatian para pelancong dan pecinta boga, menjadikan roti Tunisia sebagai sepotong kecil pengalaman Ramadan yang dirayakan. Jadi, kalau suatu saat kamu berkunjung ke Tunisia saat Ramadan, jangan lupa cicipi langsung kelezatan roti tabouna dan berbagai variannya!