Berkah Bagi Wisata dan UMKM di Jawa Tengah, Imbas 11.500 Pelari Termasuk Atlet 38 Negara Ikut Borobudur Marathon 2025
- Ist
Jateng – Sekda Provinsi Jateng Sumarno menyampaikan Bank Jateng Borobudur Marathon menjadi "leader " (pemimpin) untuk menjadi "sport tourism" di Provinsi Jawa Tengah yang diikuti para pelari dari berbagai daerah baik dalam maupun luar negeri.
Sumarno di Magelang, Sabtu (15/11), menyampaikan pada tahun 2024 kegiatan ini diikuti sekitar 10.000 pelari dan tahun 2025 ini diikuti sebanyak 11.500 pelari termasuk atlet luar negeri dari 38 negara.
"Kegiatan ini adalah bagian dari program kami Pemprov Jateng. Kita bicara Borobudur Marathon ini tidak hanya bicara masalah olahraga, tetapi juga masalah ekonomi, UMKM, dan pariwisata," kata Sumarno seperti dikutip dari Antara News, Senin (17/11/2025).
Ia menuturkan, inilah yang selalu didorong dari Pemprov Jateng karena pertumbuhan ekonomi Jateng ini banyak ditopang sektor konsumsi.
"Untuk meningkatkan konsumsi tentu saja bagaimana kita mendatangkan orang dari luar Jateng untuk masuk di Jateng, itu lewat pariwisata." katanya.
Menurut dia, pariwisata tidak bisa berdiri sendiri sehingga sehingga kegiatan olahraga sekarang banyak yang dikolaborasikan dengan pariwisata, dengan sport tourism.
Ia menyampaikan Borobudur Marathon sudah berjalan sembilan tahun, perkembangannya secara grafik meningkat, ini tentu saja kolaborasi dari semua pihak.
"Kami dari Pemprov Jateng tidak bisa berdiri sendiri, dari semua stakeholder bersama-sama kita membangun Bank Jateng Borobudur Marathon," katanya.
Adapun perhelatan lomba lari Bank Jateng Borobudur Marathon 2025 sukses digelar di kawasan Borobudur Kabupaten Magelang dan sukses menyedot 11.500 pelari dari 38 negara pada Minggu (16/11). Bahkan, gelaran ini telah menyandang status elite label dari World Olympic.
Direktur Utama Bank Jateng Irianto Harko Saputro, di Magelang, Jawa Tengah (Jateng), Minggu (16/11), mengatakan perhelatan ini tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan ke Jawa Tengah, tetapi juga menggeliatkan perekonomian daerah.
"Terkhusus dari sektor konsumsi, seperti penginapan hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), transportasi, dan lainnya," katanya pula.
Ia mengatakan, ajang itu juga melibatkan partisipasi puluhan pelaku UMKM di dalam area penyelenggaraan.
Mereka terangkum dalam program Bank Jateng Pawone dan Berdikari. Terdiri dari pelaku usaha kuliner, serta kerajinan, dan fesyen.