Deretan Masjid Tertua di Jawa Tengah; Penuh Sejarah, hingga Kini Masih Berdiri Kokoh

Masjid Agung Demak
Sumber :
  • https://masjidagungdemak.org

Jateng – Di berbagai sudut Jawa Tengah, sejumlah masjid tua berdiri sebagai jejak awal dakwah Islam yang membentuk wajah budaya pesisir dan Mataraman. Dari Demak hingga Jepara, bangunan-bangunan ini bukan sekadar tempat ibadah, tetapi penanda perjalanan panjang perjumpaan agama, kekuasaan, dan tradisi lokal.

img_title Resmi Dikukuhkan, PRIMA DMI Jabar Dorong Kolaborasi Ekoteologi dan Revitalisasi Peran Pemuda Masjid

Setiap masjid menyimpan kisah yang berbed. Ada yang lahir dari peran Wali Songo, ada yang memadukan arsitektur Hindu-Buddha, Cina, hingga kolonial. Penelitian para akademisi dalam satu dekade terakhir menegaskan bahwa masjid-masjid ini bukan hanya artefak sejarah, melainkan ruang hidup yang terus beradaptasi dengan zaman.

Kini, sebagian besar masjid bersejarah itu masih aktif digunakan dan dirawat sebagai cagar budaya. Kehadiran wisatawan, peziarah, hingga peneliti membuatnya tetap relevan di tengah modernisasi, sekaligus mengingatkan bahwa sejarah Islam di Jawa Tengah selalu dibangun oleh dialog dan keberagaman.

img_title Ada Masjid Berbentuk Perahu Raksasa di Cilacap, Bikin Orang Terpana!

Berikut delapan masjid bersejarah yang masih berdiri dan terus digunakan hingga kini yang dilansir dari berbagai sumber: 

1. Masjid Agung Demak

img_title 6.859 Masjid Disiapkan Jadi Rest Area Gratis Mudik Lebaran 2026, Buka 24 Jam!

Masjid Agung Demak merupakan ikon sejarah Islam di Jawa. Dibangun sekitar abad ke-15 oleh Raden Patah bersama para Wali Songo. Masjid ini menggunakan arsitektur tradisional Jawa dengan atap tajug tumpang tiga dan empat saka guru kayu jati.

Meski telah mengalami renovasi, bentuk dasar bangunan tetap dipertahankan. Kompleks masjid kini menjadi tujuan utama wisata religi, terutama saat peringatan Maulid Nabi dan Ramadan.

2. Masjid Menara Kudus

Dibangun oleh Sunan Kudus pada tahun 1549 M, Masjid Menara Kudus dikenal dengan menara bata merahnya yang menyerupai candi Hindu-Buddha.

Gaya arsitektur ini menjadi simbol akulturasi budaya Jawa pada masa awal penyebaran Islam.

Di halaman masjid terdapat makam Sunan Kudus yang selalu dikunjungi peziarah dari berbagai daerah. Kawasan masjid juga menjadi pusat tradisi masyarakat Kudus seperti Dandangan menjelang Ramadan.

3. Masjid Mantingan Jepara

Masjid Mantingan dibangun pada tahun 1559 M atas prakarsa Ratu Kalinyamat dari Jepara. Masjid ini menyimpan ukiran-ukiran bercorak Hindu, Cina, dan Islam pada dinding-dindingnya, menjadikannya salah satu peninggalan penting seni ukir Jepara.

Halaman Selanjutnya
img_title