Anggota Fraksi PPP DPRD Jateng Nur Fatwah Dorong Penguatan Seni Pedalangan
- Istimewa
Jateng – Anggota Fraksi PPP DPRD Provinsi Jawa Tengah, Nur Fatwah, hadir dalam Musyawarah Daerah (Musda) PEPADI Kabupaten Pekalongan dan memberikan pesan penting terkait pelestarian seni pedalangan sebagai warisan budaya bangsa.
Dalam sambutannya, Nur Fatwah menyampaikan penghormatan kepada para sesepuh, pinisepuh, dalang, sinden, pengrawit hingga para perajin wayang yang selama ini menjaga marwah kebudayaan Jawa. Ia menegaskan bahwa Pekalongan tidak hanya dikenal sebagai kota batik, tetapi juga sebagai lahan subur berkembangnya seni pedalangan.
“Wayang bukan sekadar tontonan, tetapi tuntunan. Dalang bukan hanya pengendali lakon, tetapi penyampai nilai. Para pengrawit dan sinden adalah penjaga rasa, sementara perajin wayang adalah penjaga jejak peradaban,” ungkapnya.
Nur Fatwah menilai Musda PEPADI merupakan momentum penting untuk memperkuat organisasi, merumuskan strategi baru, dan memperluas jejaring yang berfungsi menjaga serta memajukan seni tradisi di tengah tantangan zaman.
Sebagai wakil rakyat di tingkat provinsi, ia menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan ruang ekspresi bagi para seniman tradisi, mendorong pembinaan generasi muda, serta mengawal kebijakan yang berpihak pada pelestarian budaya.
“Kami di DPRD Jateng, khususnya Fraksi PPP, selalu membuka ruang aspirasi bagi para seniman tradisi. PEPADI adalah rumah besar insan pedalangan, dan keberadaannya sangat penting bagi kelestarian budaya Jawa,” tutur Nur Fatwah Rabu (26/11) di RM Cita Rasa.
Menjelang penetapan kepengurusan baru, Nur Fatwah turut mengucapkan selamat kepada para pengurus yang akan terpilih dan berharap mereka mampu menjalankan amanah dengan dedikasi tinggi demi kemajuan seni pedalangan di Pekalongan.
Musda PEPADI Kabupaten Pekalongan diharapkan menghasilkan keputusan terbaik bagi keberlangsungan seni tradisi serta memberi manfaat bagi masyarakat seni dan budaya di Jawa Tengah.