Wow! Jateng Bikin Kejutan Besar: 365 Event Setahun Siap Bikin 2026 Penuh Keramaian, Wisatawan Auto Padat Merayap

Jalur wisata Jateng mulus
Sumber :
  • Istimewa

JatengJawa Tengah (Jateng) bersiap "meledak" secara wisata di tahun 2026. Bukan satu, dua, atau puluhan acara—tapi 365 event sudah dijadwalkan sepanjang tahun!

img_title Optimalkan Pendampingan, Perkuat Pengelolaan Desa Wisata

Mengutip Antara News, Senin (1/12/2025), diketahui bahwa satu event setiap hari di 35 kabupaten/kota bakal digelar.

Adapun pemerintah Provinsi Jawa Tengah membuat gebrakan besar melalui Calendar of Event 2026 demi menggeliatkan sektor pariwisata yang siap memanas sepanjang tahun.

img_title Jadikan Orientasi Sektor Pembangunan Pariwisata ke Arah Ekonomi Warga

Langkah ini resmi dipaparkan dalam kegiatan di Semarang. Syurya Deta Syafri, Sekretaris Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Jateng, menegaskan bahwa skala acara tahun depan bukan sekadar besar—tetapi super variatif dan tak akan membuat wisatawan kehabisan pilihan.

"Even-even tersebut, meliputi seni pertunjukan, musik, seni tari, seni drama, teater baik tradisional maupun modern. Kemudian festival, karnaval, tradisi, dan pariwisata olahraga (sport tourism), dan lainnya," kata Syurya Deta Syafri.

img_title Kota Lama hingga Borobudur, Jadi Magnet Pelancong saat Libur Sekolah

Menurutnya, keberagaman event itu bukan sekadar tontonan semata, melainkan bukti betapa kayanya budaya dan kreativitas masyarakat Jateng. Bahkan, ia menegaskan betul bahwa rentetan kegiatan itu siap menjadi motor penggerak ekonomi daerah.

Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, menekankan bahwa peluncuran kalender event harus dibarengi dengan promosi yang lebih masif agar masyarakat luas mengetahui dan mulai menaruh perhatian sejak awal. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan berbagai event pariwisata tersebut tidak hanya sekadar memeriahkan kalender wisata, tetapi juga ditujukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Hal ini penting mengingat perekonomian Jawa Tengah sangat bergantung pada sektor konsumsi.

Ia menegaskan, "Untuk meningkatkan konsumsi, tentu saja bagaimana mendatangkan orang dari luar untuk masuk di Jawa Tengah," ucap Sumarno. Dengan banyaknya event yang digelar, Sumarno berharap semakin banyak orang datang ke Jawa Tengah dan membelanjakan uang mereka di berbagai destinasi dan kegiatan wisata.

Pada kesempatan yang sama, Disporapar Jawa Tengah memberikan apresiasi kepada para penggerak event terbaik di wilayah tersebut. Sepuluh festival terbaik yang mendapat penghargaan di antaranya adalah Festival Payung Indonesia, Festival Gunung Slamet, Grebeg Sudiro, Solo Keroncong Festival, Festival Kota Lama Semarang, Festival Solo Menari, International Mask Festival, Dieng Culture Festival (DCF), dan Festival Mudik Wonosobo.

Halaman Selanjutnya
img_title