Gebrakan Besar! Jelang Natal-Tahun Baru, Pemprov Jateng Banjir Subsidi Pangan Murah
- Ist
Jateng – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) bikin gebrakan besar jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Lewat operasi pasar murah dan gelontoran bantuan sosial, harga kebutuhan pokok di pasaran dipaksa turun demi meringankan beban masyarakat.
Langkah masif ini, seperti dikutip dari Antara, Selasa (9/12/2025), dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, yang turun ke Balai Kelurahan Krobokan, Kecamatan Semarang Barat, untuk menyalurkan berbagai program bantuan.
Bantuan yang digelontorkan tidak main-main. Mulai dari Bantuan Kelompok Usaha Bersama (KUBE), Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD), layanan dokter spesialis keliling (Speling), hingga Gerakan Pangan Murah (GPM) digerakkan sekaligus.
Seluruh rangkaian kegiatan itu diarahkan untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, memperluas akses layanan dasar, dan menjaga stabilitas harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru.
Salah satu kelompok usaha di Kelurahan Krobokan menerima suntikan dana segar senilai Rp20 juta. Bantuan ini ditujukan untuk mendorong usaha ekonomi produktif warga.
Tak hanya itu, Kota Semarang juga kecipratan bantuan pangan besar-besaran. Sebanyak 1 ton beras dari CPPD disalurkan ke 100 keluarga miskin. Masing-masing keluarga mendapatkan 10 kilogram beras untuk memperkuat ketahanan pangan mereka hingga akhir tahun.
Operasi Gerakan Pangan Murah pun langsung digelar. Warga bisa membeli beras, telur, minyak goreng, gula pasir, bawang merah, hingga bawang putih dengan harga jauh lebih terjangkau. Total subsidi yang dikucurkan untuk program ini mencapai Rp86,5 juta.
Tak berhenti di situ, sepanjang Desember 2025 Pemprov Jateng juga menyalurkan subsidi pangan ke 39 kecamatan di wilayah pinggiran dan daerah sulit akses. Jumlah bantuannya fantastis: 195 ton beras, 39 ton gula pasir, 39.000 liter minyak goreng, 19,5 ton telur, hingga 9,75 ton bawang merah.
Di sela kegiatan itu, Gubernur Ahmad Luthfi juga meninjau langsung layanan Speling yang digabungkan dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program ini menyasar warga dewasa hingga anak usia dini dengan fokus deteksi masalah kesehatan sejak dini.
Hingga 5 Desember 2025, program Speling dan CKG sudah digelar 814 kali di 748 desa se-Jawa Tengah, dan telah menjangkau lebih dari 81 ribu warga.