Yogyakarta Masuk Daftar Rekomendasi Liburan Tahun Baru 2026, Ini Deretan Destinasi yang Lagi Diburu Wisatawan
- PVMBG
Jateng – Libur tahun baru 2026 diprediksi bakal semakin semarak, dan Yogyakarta kembali mencuri perhatian sebagai salah satu destinasi favorit wisatawan. Kota budaya ini masuk dalam daftar rekomendasi tujuan liburan bersama Jakarta, Bandung, Bali, dan Surabaya—menawarkan perpaduan wisata sejarah, seni, hingga kuliner legendaris yang selalu bikin rindu.
Kepala Pemasaran Transportasi Gojek Mario Alvin, sebagaimana dikutip dalam siaran pers perusahaan di Jakarta pada Minggu (14/12) yang dirangkum Antara, Senin (15/12/2025), menyampaikan bahwa perusahaannya menghadirkan Rekomendasi Destinasi untuk membantu pengguna layanan merencanakan liburan akhir tahun.
Rekomendasi Destinasi tersebut disusun berdasarkan tren lokal dan perjalanan populer di aplikasi Gojek, mencakup tempat kuliner, museum, lokasi belanja, hingga pusat kerajinan di sejumlah kota besar, termasuk Yogyakarta.
Bagi wisatawan yang memilih Yogyakarta sebagai tujuan libur tahun baru, Gojek merekomendasikan sejumlah destinasi yang sarat budaya dan pengalaman autentik. Mulai dari mencicipi jajanan tradisional legendaris Lupis Mba Satinem, hingga menjelajah Museum Gunung Merapi, Ullen Sentalu & Art Museum, Keraton Yogyakarta, Candi Prambanan, dan Keraton Ratu Boko.
Tak hanya sekadar berwisata, pengalaman di Yogyakarta juga menawarkan kedekatan dengan sejarah dan kearifan lokal yang jarang ditemukan di kota lain.
Adapun bagi mereka yang ingin menghabiskan liburan di Bali, Bali Purma Workshop bisa menjadi pilihan tempat untuk belajar kerajinan. Mereka yang hendak berkunjung ke Bali juga bisa memasukkan Neka Art Museum dan Tegallalang Rice Terrace ke dalam rencana tujuan perjalanan.
Sementara wisatawan yang berencana menikmati liburan tahun baru di Kota Surabaya direkomendasikan mengunjungi Museum H.O.S. Tjokroaminoto dan Siola Surabaya Museum.
Mario menambahkan bahwa tempat-tempat yang sebelumnya hanya menjadi persinggahan kini justru semakin diminati wisatawan yang ingin mengeksplorasi destinasi tersembunyi demi pengalaman berbeda.
Kondisi tersebut menunjukkan meningkatnya minat wisatawan untuk merasakan perjalanan yang lebih autentik dan dekat dengan budaya lokal.
"Kami berharap masyarakat bisa menemukan destinasi baru dan menikmati liburan yang benar-benar nyaman tanpa ribet," kata Mario.