Menteri LHK Soroti Pertambangan di Gunung Slamet: Kami Akan Ambil Langkah Tegas!
- Istimewa
Jateng – Menteri Lingkungan Hidup (LHK) Hanif Faisol Nurofiq menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang akan mengkaji ulang aktivitas pertambangan di wilayahnya, khususnya di kawasan Gunung Slamet. Pemerintah pusat menegaskan tidak akan ragu mengambil tindakan tegas apabila aktivitas tambang terbukti mengancam lingkungan dan kawasan hutan.
Dukungan tersebut disampaikan Hanif menanggapi pernyataan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen terkait rencana evaluasi menyeluruh terhadap izin pertambangan. Menurut Hanif, langkah Pemprov Jateng sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup.
“Saya mendukung apa yang disampaikan oleh Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah. Kami tidak segan-segan mengambil langkah tegas terhadap kondisi di Gunung Slamet,” ujar Hanif di Semarang, Selasa.
Hanif menegaskan, evaluasi akan difokuskan pada kemampuan daya dukung dan daya tampung lingkungan. Apabila hasil kajian menunjukkan lingkungan sudah tidak mampu menanggung beban aktivitas tambang, maka pencabutan izin menjadi opsi yang harus diambil.
“Bilamana dalam evaluasinya ternyata seluruh kajian tata lingkungannya tidak mampu lagi menanggung beban lingkungan, maka harus dipikirkan untuk dicabut izinnya,” katanya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan Pemprov Jateng tengah menyiapkan pengkajian ulang terhadap seluruh aktivitas tambang di wilayahnya. Evaluasi dilakukan untuk memastikan kesesuaian dengan tata ruang serta meminimalkan risiko kerusakan lingkungan.
“Kami kaji lagi tambang-tambang yang ada, apakah sesuai dengan tata ruang atau tidak, dan apakah membahayakan atau tidak,” kata Taj Yasin.
Gus Yasin, sapaan akrabnya, menyampaikan hal tersebut saat menghadiri acara UI GreenMetric 2025 Announcement and Awarding di Muladi Dome, Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya menjaga fungsi hutan sebagai penyangga kehidupan.
“Hutan harus kita proteksi. Aktivitas penambangan harus diawasi secara ketat,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemprov Jawa Tengah telah menggandeng berbagai perguruan tinggi untuk melakukan kajian akademik dan pengawasan lingkungan guna memastikan kebijakan pembangunan berjalan seimbang dengan upaya pelestarian alam.
Dengan adanya dukungan dari Kementerian Lingkungan Hidup, Pemprov Jawa Tengah berharap evaluasi tambang, khususnya di kawasan Gunung Slamet, dapat berjalan komprehensif dan menghasilkan keputusan yang berpihak pada keberlanjutan lingkungan serta keselamatan masyarakat.