Harimau di Semarang Zoo Menyusut Drastis, Pemkot: Satwa Itu Ditukar dengan Binatang Lain

Semarang Zoo
Sumber :
  • jatengprov.go.id

Jateng – Pemerintah Kota Semarang akhirnya memberikan klarifikasi atas sorotan publik terkait berkurangnya jumlah harimau Sumatra di Semarang Zoo. Isu ini mencuat setelah beredar informasi di media sosial yang menyebut koleksi satwa dilindungi tersebut menyusut drastis dari sebelumnya 10 ekor menjadi hanya empat ekor.

img_title Jalan Rusak Dikeluhkan Warga, Pemkot Semarang Tancap Gas Tambal Lubang

Asisten Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur, menjelaskan bahwa pengurangan jumlah harimau Sumatra bukan disebabkan oleh praktik jual beli satwa, melainkan melalui mekanisme pertukaran satwa dengan kebun binatang lain.

“Dari dokumen yang saya baca memang ada pertukaran satwa yang kita miliki dengan kebun binatang yang lain,” ujar Hernowo di Semarang, Rabu (17/12/2025).

img_title Banjir Ancam Semarang, Pemkot Siagakan 220 Pompa Air di Titik Rawan

Isu ini sebelumnya ramai diperbincangkan usai akun media sosial @dinaskegelapan_kotasemarang mengunggah ilustrasi disertai narasi yang mempertanyakan keberadaan harimau Sumatra di Semarang Zoo. Dalam unggahan tersebut, publik mempertanyakan transparansi pengelolaan satwa, bahkan menyinggung dugaan jual beli hewan dilindungi.

“Kalau memang dijual, uangnya ke mana? Pertanyaan ini bukan gosip, ini kegelisahan publik yang layak dijawab dengan transparansi total,” tulis akun tersebut.

img_title Bersiap Hadapi 2,5 Juta Pendatang Saat Nataru, Pemkot Semarang Kerahkan Satgas hingga Posko Siaga

Menanggapi hal itu, Hernowo menegaskan hingga saat ini tidak ada laporan ataupun temuan terkait praktik jual beli harimau Sumatra di Semarang Zoo.

“Kalau sepemahaman saya sampai dengan saat ini tidak ada jual beli, dari laporan yang disampaikan oleh pihak pengelola,” katanya.

Ia mengakui tidak menghafal secara detail jenis satwa apa saja yang diperoleh Semarang Zoo dari hasil pertukaran tersebut. Namun, menurutnya, proses tukar menukar dilakukan dengan prinsip kesetaraan nilai koleksi.

“Artinya beberapa harimau yang ada ditukar dengan binatang-binatang lain yang memang belum kita miliki sebagai koleksi,” ujarnya.

Pemkot Semarang saat ini masih melakukan pendalaman terhadap proses pertukaran satwa yang terjadi saat posisi Direktur Semarang Zoo masih dijabat Bimo Wahyu Widodo. Evaluasi dilakukan untuk memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai aturan konservasi.

“Ini masih dalam proses. Kami akan lihat kembali. Pertukaran satwa itu dilakukan dengan kebun binatang lain dan juga sepengetahuan Balai Konservasi Sumber Daya Alam,” kata Hernowo.