Kecelakaan Maut Tol Krapyak, Ini Analisis Ketua MTI Jateng

Dr. Ir. Alfa Narendra IPU, Dosen Teknik Undip
Sumber :
  • Istimewa

Jateng – Dr. Ir. Alfa Narendra IPU, Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia, wilayah Jawa Tengah, Pengurus DPD Organda Jawa Tengah, Dosen Teknik Sipil di Unnes, dan Undip turut berkomentar terkait kecelakaan di Tol Krapyak.

img_title 16 Penumpang Bus Tewas Kecelakaan di Exit Tol Krapyak

Sebelumnya, kami sampaikan rasa duka cita yang mendalam bagi keluarga korban. Dan doa terbaik bagi para korban. 

Kecelakaan tidak bisa dipandang sebagai hilangnya sejumlah jiwa, tapi juga harus melihat ada tulang punggung keluarga yang tiada, orang-orang tercinta yang tidak lagi bersama, dan bangsa yang kehilangan anak terbaiknya dimasa depan.

img_title Kecelakaan di Tol, Polda Jateng Amankan 12 Kg Sabu

Bus Cahaya Trans dari Jakarta, via Tegal, Kendal, Semarang sampai Yogyakarta. Diperkirakan perjalanan sudah ditempuh selama 7 jam dari Jakarta, dengan istirahat 1 jam di Tegal. Dari Jakarta via tol berpindah arah menuju Jogja. Bus kemungkinan menaik-turunkan penumpang di terminal Banyumanik, Semarang. Untuk kemudian melalui Ambarawa, Magelang, dan sampai tujuan akhir di Yogyakarta, selama 9 jam perjalanan dengan istirahat 1 jam.

Kecelakaan terjadi di ramp simpang susun exit tol Krapyak, Semarang. Ramp simpang tol Krapyak memiliki rambu, marka, dan perlengkapan jalan yang memadai. Seperti rambu perintah menurunkan kecepatan kendaraan, rambu batas kecepatan 40 km/jam, rambu tikungan tajam, lampu penerangan jalan, median pembatas jalan, dan pita penggaduh. Perkerasan jalan tol dalam Kota Semarang, dikenal mulus dan nyaman, karena permukaan jalan yang diaspal dengan baik. Sedikit berbeda dengan jalan tol lain di Jawa Tengah.

img_title Mau ke Pantai, 2 Bus Pariwisata Nyasar di Hutan Wonogiri Gara-gara Google Maps

"Kondisi ramp simpang tol ini relatif layak untuk dilalui dengan aman, dengan memperhatikan batas kecepatan," katanya. 

Bus yang terguling ke sisi kanan, diperkirakan terjadi akibat bus berbelok mendadak ke kiri, mengikuti jalan, dengan kecepatan tinggi, melebihi 40 km / jam. Gaya sentrifugal yang besar ini menyebabkan bus terguling ke sisi kanan.

Dugaan perubahan arah yang mendadak ini ternyata dilakukan oleh sopir cadangan yang baru berusia 22 tahun. Banyak hal yang menjadi pertanyaan mengingat keadaan sopir cadangan ini.

  1. Apakah sopir cadangan tersebut memiliki sim B1
  2. Apakah sopir cadangan tersebut memiliki sertifikat kompetensi pengemudi ?
  3. Apakah pengemudi mengenal rute dengan baik ? Mengingat ada tuntutan perubahan kecepatan yang cukup besar saat memasuki ramp simpang susun.
  4. Bagaimana peran sopir utama sebelum kejadian ?
Halaman Selanjutnya
img_title