4 Tradisi Unik Masyarakat Jawa Tengah yang Masih Dilakukan, Nomor 3 Bikin Ngeri
- (Lanee/Pixabay)
Jateng – Jawa Tengah (Jateng) kaya akan tradisi unik yang terus dilestarikan dari generasi ke generasi. Tradisi-tradisi ini merupakan warisan budaya yang mencakup kebiasaan, adat istiadat, hingga aspek keagamaan, dan tetap dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari masyarakatnya.
Berikut beberapa tradisi khas Jawa Tengah yang masih bertahan, mengutip sejumlah sumber, Kamis (8/1/2026):
1. Tradisi Syawalan (Lebaran Ketupat)
Tradisi ini dilaksanakan selama tujuh hari setelah Idulfitri. Berbeda dengan banyak daerah di Indonesia yang menyajikan ketupat pada hari raya, masyarakat Jawa Tengah justru menyajikan nasi kuning saat Lebaran. Ketupat baru disajikan pada saat Syawalan, sehingga tradisi ini juga dikenal sebagai "Lebaran Ketupat".
2. Tradisi Wetonan
Wetonan merupakan upacara yang berhubungan dengan kelahiran seseorang. Ritual ini dilakukan untuk menyambut bayi yang baru lahir dengan harapan sang bayi terhindar dari bahaya serta memperoleh rezeki dan keberuntungan.
3. Upacara Ruwatan
Upacara ruwatan masih dilestarikan hingga kini. Sebagai contoh, di Dieng, Wonosobo, anak-anak yang memiliki rambut gimbal kerap dikaitkan dengan figur 'buto ijo'. Upacara ruwatan dilaksanakan untuk mengusir pengaruh jahat dan hal buruk yang dibawa oleh sosok tersebut.
4. Upacara Larung Sesaji
Tradisi ini mudah ditemui di daerah pesisir pantai utara dan selatan Jawa Tengah. Upacara dilakukan dengan menghanyutkan sesaji berupa hasil panen dan hewan sembelihan ke laut menggunakan perahu. Ritual ini merupakan wujud rasa syukur kepada Sang Pencipta atas hasil laut yang melimpah, sekaligus doa untuk keselamatan para nelayan saat melaut.