Sekolah dan Ekonomi Terganggu, Pemkab Temanggung Kejar Pembenahan Jalan Longsor

Bupati Temanggung
Sumber :
  • temanggungkab.go.id

Jateng – Bupati Temanggung Agus Setyawan menginstruksikan percepatan pemulihan akses jalan antar-desa di Kecamatan Gemawang, Jawa Tengah, yang terputus total akibat bencana tanah longsor pada Jumat (2/1) malam. Langkah ini dilakukan dengan mengerahkan alat berat guna memastikan mobilitas warga tidak terhambat terlalu lama.

img_title Optimalkan Pendampingan, Perkuat Pengelolaan Desa Wisata

Agus menegaskan, akses jalan yang terputus berdampak langsung pada aktivitas masyarakat, terutama pelajar dan pergerakan ekonomi harian warga di wilayah terdampak longsor Temanggung.

“Aktivitas sekolah terganggu, begitu pula denyut ekonomi harian warga, karena jalur transportasi utama terputus total. Saya pastikan pembenahan trase jalan yang melintasi Jembatan Seseh dipercepat agar segera bisa dilalui,” kata Agus saat ditemui di Temanggung, Rabu 7 Januari 2026.

img_title Pemerintah Dorong Pembangunan Infrastruktur yang Lebih Berkualitas dan Inklusif

Bencana tanah longsor tersebut memutus jalur darurat yang menghubungkan Desa Ngadisepi, Desa Kemiriombo, dan Desa Gemawang. Untuk mempercepat pemulihan, Pemerintah Kabupaten Temanggung mengerahkan dua alat berat berupa backhoe dan alat pemadat material dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR).

Alat berat difokuskan pada pengerjaan trase jalan di Dusun Seseh, Desa Ngadisepi, tepatnya di ruas Jalan Dalangan–Gemawang, agar akses transportasi warga bisa kembali berfungsi.

img_title Jadikan Orientasi Sektor Pembangunan Pariwisata ke Arah Ekonomi Warga

Kepala DPUPR Temanggung, Hendy Wahyu Nurhidayat, menjelaskan bahwa trase jalan baru di Seseh disiapkan sebagai solusi permanen. Pasalnya, jalur darurat yang ada selama ini kerap mengalami longsor, termasuk pada 2019 dan 2022.

“Trase ini dirancang sebagai pengganti jalur darurat yang selama ini rawan longsor. Kami ingin solusi jangka panjang agar akses warga tidak terus-menerus terputus,” ujarnya.

Hendy menyebutkan, hingga kini pihaknya telah menyelesaikan pembebasan lahan serta pembangunan Jembatan Seseh di ruas Dalangan–Gemawang dengan nilai anggaran sekitar Rp700 juta. Namun, keterbatasan anggaran daerah membuat kelanjutan pembangunan masih menunggu dukungan dari pemerintah pusat.

DPUPR Temanggung bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah mengajukan permohonan bantuan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Saat ini, proses tersebut masih menunggu tindak lanjut hasil kajian teknis dari Badan Geologi Kementerian ESDM serta uji Detail Engineering Design (DED) dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng–DIY.

Halaman Selanjutnya
img_title