Jurus Pemkot Semarang Kurangi Anak Main Gadget, Taman Abdulrahman Saleh Diresmikan

Taman Abdulrahman Saleh
Sumber :
  • IG pemkot Semarang

Jateng – Pemerintah Kota Semarang kembali menambah ruang publik ramah anak dengan meresmikan Taman Abdulrahman Saleh di wilayah Manyaran, Semarang Barat. Peresmian dilakukan langsung oleh Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, sebagai bagian dari komitmen menghadirkan ruang bermain yang aman dan berkualitas bagi anak-anak.

img_title Kuatkan Karakter Anak, Pemerintah Ajak Keluarga Berkumpul Setidaknya Satu Jam per Hari

Taman Abdulrahman Saleh dibangun menggunakan APBD Kota Semarang Tahun 2025 dan dirancang khusus sebagai ruang bermain ramah anak, sekaligus menjadi alternatif aktivitas positif agar anak-anak tidak terlalu bergantung pada gawai.

“Taman ini didesain secara khusus untuk menjadi ruang bermainnya anak-anak, sehingga anak-anak bisa sejenak melepaskan diri dari bermain gadget,” kata Agustina, Rabu 7 Januari 2026.

Taman tersebut mengusung konsep Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) yang memperhatikan aspek keselamatan, kesehatan, serta mendukung tumbuh kembang anak. Selain wahana permainan, taman ini juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, seperti jogging track, stage show, toilet umum, serta sistem pemantauan CCTV.

Agustina menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi anak-anak saat bermain di taman, terutama bagi anak di bawah usia 12 tahun. Hal ini mengingat lokasi taman berada di kawasan pinggir jalan.

“Pengawasan orang tua tetap sangat diperlukan agar anak-anak bisa bermain dengan aman dan nyaman,” ujarnya.

Pembangunan taman seluas sekitar 2.000 meter persegi ini menjadi wujud nyata komitmen Pemerintah Kota Semarang dalam menyediakan ruang terbuka hijau yang berkualitas, khususnya bagi anak-anak dan keluarga.

Keberadaan Taman Abdulrahman Saleh juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Semarang untuk mempertahankan predikat Kota Layak Anak Kategori Utama yang berhasil diraih pada tahun 2025.

“Kehadiran taman bermain ramah anak Abdulrahman Saleh ini menambah daftar ruang publik berkualitas di Kota Semarang. Sebelumnya, sudah ada dua taman sejenis, yakni Taman Kedondong dan Taman Bumirejo,” kata Agustina.

Selain itu, taman ini juga dipersiapkan untuk memperoleh sertifikasi layak anak dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA).

Pemerintah Kota Semarang berharap keberadaan taman tersebut dapat menciptakan ekosistem ruang publik yang inklusif dan berkelanjutan, dengan dukungan aktif dari masyarakat dan para pemangku kepentingan.

“Saya meminta dukungan dari seluruh masyarakat serta stakeholder untuk bersama-sama merawat dan melindungi taman ini agar benar-benar ramah bagi anak,” pungkas Agustina.

Halaman Selanjutnya
img_title