BMKG Keluarkan Warning! Pantura Jateng Terancam Cuaca Ekstrem 3 Hari ke Depan

Ilustrasi Hujan Lebat
Sumber :
  • doubtfull

Jateng – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Ahmad Yani Semarang mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah dalam tiga hari ke depan.

img_title Cuaca Hari Ini, Mayoritas Kota Besar di Indonesia Diprediksi Cerah Seharian

Prakirawan BMKG Ahmad Yani Semarang, Ferry Oktarisa, mengatakan cuaca ekstrem tersebut berpotensi memicu hujan lebat, angin kencang, hingga puting beliung, terutama di kawasan pesisir.

“Cuaca ekstrem ini berdampak pada hujan lebat, angin kencang, sampai potensi puting beliung, khususnya di wilayah pesisir,” ujar Ferry di Semarang, Senin 12 Januari 2026.

img_title Puncak Kekeringan Diprediksi Agustus-September, BMKG Ungkap Strategi Jaga Waduk Tetap Aman

Ia menjelaskan, Jawa Tengah saat ini memasuki puncak musim hujan yang berlangsung pada Januari hingga Februari 2026. Kondisi tersebut membuat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih kerap terjadi hampir di seluruh wilayah Jateng.

“Potensi hujan sedang hingga lebat ini hampir merata di Jawa Tengah, baik untuk tiga hari ke depan maupun sepekan ke depan,” katanya yang dikutip dari Antara.

img_title Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Percepatan Perbaikan Jalan Pantura Barat

Menurut Ferry, wilayah yang perlu mendapat perhatian khusus adalah Pantura Timur, meliputi Kabupaten Demak, Jepara, Pati, Kudus, Rembang, dan Grobogan. Di kawasan tersebut, hujan lebat bahkan berpotensi masuk kategori cuaca ekstrem dalam beberapa hari mendatang.

“Pantura Timur seperti Demak, Pati, Kudus, dan Jepara berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat, bahkan ekstrem, hingga tiga hari ke depan,” ujarnya.

Ia menyebutkan, dalam dua hari terakhir intensitas hujan di Jepara, Kudus, dan Demak tercatat sangat tinggi, yakni lebih dari 100 milimeter per hari. Selain hujan lebat, masyarakat pesisir Pantura Timur juga diminta mewaspadai potensi angin kencang.

“Wilayah pesisir yang dekat laut berpotensi terjadi angin kencang atau puting beliung,” katanya.

BMKG juga mengingatkan warga untuk menghindari lokasi berisiko saat hujan deras, seperti berada di dekat baliho, tiang listrik, maupun pohon besar, yang rawan roboh akibat angin kencang.

Dengan hujan deras yang telah terjadi sejak 9 Januari 2025, potensi banjir masih mengancam wilayah Pantura Timur. Ferry menjelaskan, tingginya curah hujan dipengaruhi oleh adanya pusat tekanan rendah di perairan selatan Nusa Tenggara hingga Bali, pertemuan angin (konvergensi), serta kelembapan udara yang tinggi.

Halaman Selanjutnya
img_title