Musim Hujan Makan Korban, Polisi Imbau Warga Kudus Tidak Beraktivitas di Sungai
- HO BPBD
Jateng – Kepolisian mengimbau masyarakat Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, untuk tidak beraktivitas di sungai selama musim hujan. Imbauan tersebut disampaikan menyusul dua peristiwa warga hanyut yang berujung meninggal dunia dalam waktu berdekatan.
Kapolsek Bae Polres Kudus, Iptu Madiyono, mengatakan debit air sungai dapat meningkat secara tiba-tiba saat musim hujan, sehingga sangat berbahaya bagi warga yang beraktivitas di aliran sungai.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di sungai, seperti bermain atau mandi, karena debit air bisa bertambah sewaktu-waktu, apalagi saat ini sudah memasuki musim hujan,” ujar Iptu Madiyono di Kudus, Senin 12 Januari 2026.
Ia mengungkapkan, dua kejadian warga hanyut terjadi pada hari yang sama, yakni Minggu (11/1). Kasus pertama menimpa seorang pemuda bernama Angga Winata (27), warga Desa Bacin, Kecamatan Bae, yang hanyut saat mandi di sungai sekitar pukul 15.00 WIB.
Menurut Madiyono, korban mandi bersama saudaranya. Ketika saudaranya dan seorang teman sudah naik ke daratan, korban kembali masuk ke sungai. Tak lama kemudian, debit air mendadak meningkat dan menyeret korban.
“Korban hanyut saat mandi di sungai. Setelah dilakukan pencarian, korban ditemukan pada hari yang sama sekitar pukul 20.00 WIB di aliran Sungai Pedawang,” jelasnya.
Peristiwa kedua menimpa seorang anak berusia lima tahun, Ismi Najiba Ulya, warga Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (12/1) sekitar pukul 10.00 WIB, berjarak kurang lebih 700 meter ke arah selatan dari lokasi awal kejadian.
Madiyono menjelaskan, kejadian bermula saat korban bersama dua saudaranya bermain sepeda di genangan air anak Sungai Perak pada Minggu (11/1) sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, korban dibonceng kakaknya, Afifah.
“Karena kondisi licin, korban dan kakaknya terjatuh ke sungai dan terbawa arus sejauh sekitar 100 meter. Dua kakak korban berhasil diselamatkan warga, sementara korban tidak ditemukan hingga akhirnya ditemukan keesokan harinya,” katanya.
Korban akhirnya ditemukan di Sungai Perak wilayah Desa Karangbener, Kecamatan Bae, setelah dilakukan pencarian oleh tim gabungan. Berdasarkan hasil pemeriksaan tim Inafis Polres Kudus dan dokter Puskesmas Bae, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.