Pintu Air Dibuka Total, Banjir Kudus Mulai Surut tapi Sampah Jadi Musuh Utama

Banjir
Sumber :
  • BNPB

Jateng – Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengoptimalkan operasional Pintu Air Tanggulangin sebagai langkah percepatan pengendalian banjir dan pembuangan genangan air dari sejumlah wilayah terdampak menuju Sungai Wulan.

img_title Semarak Harlah PKB Jawa Tengah, Ini Rangkaian Acaranya

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan seluruh pintu air dibuka penuh dan pompa di kolam retensi dioperasikan secara maksimal untuk menurunkan ketinggian air di kawasan terdampak banjir.

“Di Pintu Air Tanggulangin seluruh pintu dibuka dan lima pompa di kolam retensi dihidupkan. Dengan kapasitas sekitar 5.500 liter per detik dan durasi operasi kurang lebih tujuh jam, Alhamdulillah genangan air bisa berkurang sekitar 30 sentimeter,” ujar Sam’ani saat meninjau lokasi di Dukuh Gendok, Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kamis.

img_title Optimalkan Waduk untuk Menghadapi Ancaman Kekeringan

Meski demikian, Sam’ani menegaskan penanganan banjir di Kudus tidak bisa dilakukan secara instan. Luasnya wilayah terdampak membuat proses pengendalian harus dilakukan bertahap dan membutuhkan waktu.

Selain mengandalkan sistem pintu air dan pompa, Pemkab Kudus menggandeng berbagai pihak lintas sektor, mulai dari TNI, Polri, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), perbankan, hingga relawan.

img_title Serap Aspirasi di Desa Waru, Anggota DPRD Jateng Soroti Kesetaraan Lapangan Kerja bagi Disabilitas

“Kami terus berkolaborasi dengan TNI, Polri, BBWS, dan relawan agar pengendalian banjir berjalan cepat dan efektif. Saat ini ada tujuh titik pengungsian dengan sekitar 650 warga terdampak,” jelasnya.

Sam’ani memastikan kondisi para pengungsi relatif aman dan tertangani dengan baik. Layanan kesehatan, kebutuhan logistik, hingga asupan gizi dinilai mencukupi berkat dukungan berbagai elemen masyarakat.

“Alhamdulillah kondisi pengungsi baik, kesehatan terpantau, dan bantuan makanan dari relawan serta masyarakat juga cukup melimpah,” tambahnya.

Sementara itu, Direksi Teknis BBWS Pemali Juana, Nizar Raharjo, mengungkapkan pengendalian banjir dilakukan dengan mengoptimalkan seluruh infrastruktur di Kolam Retensi Tanggulangin.

“Saat ini lima unit pompa dioperasikan, terdiri dari tiga pompa berkapasitas 1,5 meter kubik per detik dan dua pompa 500 liter per detik. Kapasitas tampungan efektif kolam retensi Jati sekitar 30.000 meter kubik,” ujar Nizar.

Menurutnya, seluruh pompa dan pintu air telah beroperasi sejak Kamis (8/1) dan dijalankan hampir sepekan dengan sistem pergantian mesin agar tetap optimal.

Namun demikian, Nizar mengakui tantangan utama di lapangan bukan terletak pada mesin, melainkan pada hambatan aliran air akibat sampah dan eceng gondok yang menyumbat saluran masuk ke pompa.

Halaman Selanjutnya
img_title