Bukan Curah Hujan Tinggi! Ini Penyebab Banjir Langganan di Jateng Menurut BNPB

Banjir
Sumber :
  • BNPB

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap penyebab utama banjir yang hampir setiap tahun melanda Jawa Tengah. Kepala BNPB Suharyanto menegaskan bahwa persoalan banjir di wilayah tersebut tidak lagi semata-mata disebabkan curah hujan tinggi, melainkan karena perubahan daya dukung lingkungan yang membuat bencana sulit dihindari.

img_title Ringankan Warga Korban Jebolnya Tanggul Sungai Bremi

Hal itu disampaikan Suharyanto saat meninjau langsung wilayah terdampak banjir di Kabupaten Demak, Sabtu. Ia memastikan penanganan bencana hidrometeorologi di Jawa Tengah dilakukan secara maksimal dan setara dengan penanganan bencana di daerah lain di Indonesia.

“Pemerintah tidak membeda-bedakan daerah. Masyarakat terdampak di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia punya hak yang sama untuk mendapatkan bantuan dan perhatian, apalagi saat bencana,” kata Suharyanto.

img_title Nurul Furqon Salurkan 100 Paket Korban Banjir Demak

Dalam kunjungan tersebut, Kepala BNPB berdialog langsung dengan warga terdampak banjir. Dari hasil dialog, ia menyebut tidak ada keluhan serius terkait kebutuhan dasar para pengungsi.

“Artinya kebutuhan dasar mereka terjamin. Namun masyarakat meminta normalisasi Sungai Juwana agar kejadian banjir seperti ini tidak terulang di kemudian hari,” ujarnya yang dilansir dari Antara.

img_title Pemprov Jateng Siapkan Solusi Permanen Banjir Demak

Menanggapi permintaan tersebut, Suharyanto menegaskan BNPB akan berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana di bawah Kementerian Pekerjaan Umum untuk membahas langkah lanjutan.

Menurutnya, banjir yang rutin terjadi di wilayah seperti Demak, Kudus, dan Pati merupakan dampak dari perubahan lingkungan yang signifikan, sehingga membutuhkan solusi menyeluruh dan berkelanjutan.

“Banjir di Jawa Tengah yang hampir selalu terjadi tiap tahun itu karena daya dukung lingkungan sudah berubah. Kondisi ini membuat bencana menjadi sulit dihindari,” jelasnya.

BNPB menyiapkan strategi penanganan banjir dalam dua tahap. Untuk jangka pendek, pemerintah melakukan operasi modifikasi cuaca guna menekan curah hujan. Sementara jangka menengah dan panjang, solusi difokuskan pada normalisasi sungai, termasuk Sungai Juwana.

“Untuk Jawa Tengah, atas arahan BMKG kita lakukan operasi modifikasi cuaca. Sejak kemarin sampai sekarang satu pesawat terus melaksanakan operasi ini,” kata Suharyanto.

Ia menjelaskan, modifikasi cuaca diharapkan mampu mengurangi intensitas hujan sehingga debit air yang masuk ke sungai dan wilayah pemukiman bisa ditekan, sekaligus mencegah banjir semakin meluas.

Halaman Selanjutnya
img_title