Januari Diprediksi Masih Ekstrem, BPNB Gelar OMC Tekan Curah Hujan Tinggi di Jateng
- BNPB
Jateng – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan bahwa bulan Januari masih berpotensi diwarnai cuaca ekstrem, khususnya di wilayah Jawa Tengah. Untuk menekan curah hujan agar tidak meningkat ke level lebat hingga ekstrem, BNPB mengintensifkan operasi modifikasi cuaca (OMC) di sejumlah daerah rawan banjir dan longsor.
Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto mengatakan, OMC difokuskan pada wilayah-wilayah dengan eskalasi curah hujan yang masih tinggi. Targetnya, hujan tetap turun namun dengan intensitas yang lebih terkendali.
“Operasi modifikasi cuaca kita lakukan agar hujan tidak jatuh dengan intensitas lebat sampai ekstrem. Untuk Jawa Tengah, saat ini kami kerahkan dua pesawat,” kata Suharyanto saat berada di Kantor Bupati Pati, dalam keterangannya, Senin (19/1/2026).
Ia mengungkapkan, BNPB juga mendorong pemerintah daerah untuk ikut memperkuat upaya tersebut dengan menambah armada OMC dari tingkat provinsi.
“Sebelum ke sini, saya berkomunikasi dengan Bapak Gubernur. Saya meminta agar operasi modifikasi cuaca di Jawa Tengah diperkuat,” ujarnya di hadapan jajaran pimpinan daerah.
Menurut Suharyanto, berdasarkan prakiraan cuaca, curah hujan pada Januari masih tergolong tinggi di sejumlah wilayah Indonesia. BNPB berharap intensitas hujan lebat hingga ekstrem mulai menurun pada bulan berikutnya, namun selama potensi tersebut masih ada, OMC akan terus dilakukan.
“Prediksi hujan di Januari ini masih tinggi. Selama potensi itu ada, BNPB akan terus melaksanakan operasi modifikasi cuaca,” katanya.
Ia mencontohkan kondisi di Jepara, di mana hujan turun hampir tanpa jeda sejak Jumat malam (16/1) hingga Sabtu pagi. Situasi itu menjadi alasan BNPB meminta tambahan dukungan armada dari pemerintah provinsi.
“Di Jepara saja, hujan dari tadi malam sampai pagi terus. Karena itu saya minta perkuatan dari provinsi,” imbuhnya.
Dengan dukungan dua pesawat dari BNPB dan satu armada tambahan dari provinsi, Suharyanto optimistis OMC dapat membantu mengurangi curah hujan di Pati, Kudus, Jepara, dan Demak.
Ia menegaskan, meski BMKG memprediksi potensi hujan sangat lebat hingga ekstrem, OMC diharapkan mampu menurunkan intensitas hujan menjadi ringan hingga sedang.