Wagub Jateng Janji Banjir Pekalongan Tak Terulang, Rp50 Miliar Disiapkan
- BNPB
Jateng – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen memastikan penanganan banjir di Kota Pekalongan akan dilakukan secara menyeluruh. Pemerintah pusat disebut telah menyiapkan anggaran sebesar Rp50 miliar untuk penanganan Sungai Bremi, yang selama ini menjadi salah satu pemicu banjir di wilayah tersebut.
Taj Yasin menegaskan proyek penanganan sungai tersebut direncanakan mulai dikerjakan pada tahun 2026, dengan harapan banjir yang kerap melanda kawasan barat Kota Pekalongan dan sekitarnya tidak kembali terulang.
“Insya Allah akan kita kerjakan tahun 2026. Harapannya banjir di kawasan barat dan sekitarnya tidak terulang lagi,” ujar Taj Yasin saat meninjau lokasi banjir di Pekalongan, Senin.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Kota Pekalongan telah menyusun langkah terpadu dalam penanganan banjir, mulai dari jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang, dengan prioritas utama pada keselamatan warga terdampak.
Dalam kunjungan tersebut, Taj Yasin yang didampingi istrinya Nawal Taj Yasin menyerahkan bantuan sosial kepada para pengungsi banjir yang ditampung di Masjid Al Karomah, Kota Pekalongan, Senin (19/1/2026).
Ia menjelaskan, langkah pertama dalam penanganan banjir adalah memastikan keamanan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti lanjut usia, anak-anak, dan penyandang disabilitas.
“Yang paling penting dalam jangka pendek adalah memastikan warga aman, khususnya lansia, anak-anak, dan warga berkebutuhan khusus,” katanya yang dikutip dari Antara.
Selain evakuasi, Pemprov Jateng juga memastikan kebutuhan dasar pengungsi banjir terpenuhi, mulai dari bahan pokok, makanan siap saji, hingga operasional dapur umum untuk mendukung kebutuhan harian warga.
Taj Yasin mengungkapkan, salah satu penyebab utama banjir di Kota Pekalongan adalah kondisi tanggul Sungai Bremi yang belum permanen. Penanganan sungai tersebut menjadi kewenangan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.
“Kondisi tanggul Sungai Bremi memang belum permanen. Karena itu kami langsung menginstruksikan penghitungan teknis agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat,” ujarnya.
Untuk solusi jangka panjang, ia menegaskan pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran Rp50 miliar yang akan digunakan untuk perbaikan dan penanganan Sungai Bremi secara menyeluruh.
“Anggaran penanganan Sungai Bremi sudah dialokasikan pemerintah pusat dan akan dikerjakan pada 2026,” kata Taj Yasin.