25 Tahun Tak Dikeruk, Sungai Jratun Kaligawe Disebut Jadi Biang Banjir Jepara

banjir
Sumber :
  • BNPB

JatengBanjir yang kembali merendam Desa Sowan Kidul, Kecamatan Kedung, dan Desa Tegalsambi, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, membuka kembali persoalan lama yang belum terselesaikan: sungai yang tak dinormalisasi selama puluhan tahun. Pemerintah Kabupaten Jepara menilai kondisi tersebut membuat wilayah pesisir dan dataran rendah semakin rentan terendam saat hujan ekstrem.

img_title Nurul Furqon Salurkan 100 Paket Korban Banjir Demak

Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar menyebut salah satu sungai yang menjadi perhatian serius adalah Sungai Jratun Kaligawe, yang disebutnya tidak pernah dikeruk selama sekitar 25 tahun terakhir.

“Salah satu sungai yang perlu segera dinormalisasi adalah Sungai Jratun Kaligawe. Sejak 25 tahun terakhir belum pernah dilakukan pengerukan,” ujar Ibnu Hajar saat meninjau lokasi banjir di Desa Sowan Kidul dan Tegalsambi, Senin 19 Januari 2026.

img_title Pemprov Jateng Siapkan Solusi Permanen Banjir Demak

Ia menegaskan, Pemkab Jepara akan mengusulkan normalisasi sungai ke pemerintah pusat dan segera berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) sebagai langkah jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir berulang.

Menurutnya, hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Jepara selama sepekan terakhir memang menjadi pemicu utama, namun kapasitas sungai yang menyempit akibat sedimentasi membuat aliran air tak mampu menampung debit, sehingga meluap ke permukiman warga.

img_title Banjir Demak Tak Kunjung Usai, Gubernur Jateng Bongkar Akar Masalah dari Hulu

“Curah hujan tinggi membuat sungai tidak mampu menampung air. Ditambah lagi Jepara ini menjadi muara dari beberapa sungai besar, sehingga juga menerima kiriman banjir dari daerah lain,” jelasnya.

Dampak banjir paling terasa di Desa Sowan Kidul, di mana sekitar 240 rumah terendam dengan jumlah warga terdampak mencapai 950 jiwa. Ketinggian air sempat mencapai 70 sentimeter, sebelum berangsur turun setelah dilakukan penanganan darurat.

“Alhamdulillah kondisinya sudah mulai surut. Semalam ketinggian air sekitar 70 cm, sekarang tinggal 30 sampai 40 cm. Mudah-mudahan segera membaik,” kata Ibnu Hajar.

Untuk percepatan surutnya genangan, Pemkab Jepara mengerahkan BPBD untuk melakukan penyedotan air menggunakan pompa. Selain itu, pemerintah daerah juga memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi dengan menyalurkan bantuan makanan tiga kali sehari selama masa tanggap darurat.

Tak hanya permukiman, banjir juga berdampak pada sektor pertanian. Di Desa Tegalsambi, sekitar 20 hektare lahan persawahan dilaporkan terendam. Meski demikian, kondisi banjir di wilayah tersebut mulai terkendali.

Halaman Selanjutnya
img_title