Jalur Sudah Aman, KAI Tetap Tahan Dua KA Andalan Pantura

Ilustrasi kereta api di wilayah Daop 6 Yogyakarta
Sumber :

Jateng – Pemulihan jalur kereta api di lintas Pantura Jawa Tengah pascabanjir belum sepenuhnya selesai. PT Kereta Api Indonesia (Persero) masih menahan pengoperasian dua kereta jarak jauh, meskipun jalur rel antara Stasiun Pekalongan dan Stasiun Sragi sudah kembali bisa dilewati sejak genangan surut.

img_title Ringankan Warga Korban Jebolnya Tanggul Sungai Bremi

Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menegaskan keputusan pembatalan tersebut diambil sebagai langkah kehati-hatian untuk menjamin keselamatan perjalanan kereta api.

“Petugas masih berupaya melakukan normalisasi jalur rel antara Stasiun Pekalongan dan Stasiun Sragi agar perjalanan segera kembali normal,” kata Luqman di Semarang, Selasa (20/1/2026).

img_title Nurul Furqon Salurkan 100 Paket Korban Banjir Demak

Dua kereta yang masih dibatalkan perjalanannya yakni KA Sembrani dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya–Jakarta, yang merupakan kereta andalan di jalur utara Pulau Jawa. Kedua KA tersebut melintasi wilayah Daop 4 Semarang dan berhenti di sejumlah stasiun strategis Pantura.

Menurut Luqman, meski jalur rel sudah dapat dilalui, kecepatan operasional masih dibatasi maksimal 40 kilometer per jam. Pembatasan ini diberlakukan karena kondisi prasarana rel yang sebelumnya terendam banjir masih memerlukan pemantauan intensif.

img_title Pemprov Jateng Siapkan Solusi Permanen Banjir Demak

“Petugas terus melakukan penanganan lanjutan dan pemantauan untuk memastikan stabilitas prasarana yang sempat terdampak banjir,” ujarnya dikutip dari Antara.

Ia menambahkan, keselamatan penumpang menjadi prioritas utama KAI, sehingga pengoperasian kereta akan dilakukan secara bertahap sesuai hasil evaluasi teknis di lapangan.

Sebelumnya, banjir yang melanda wilayah Pekalongan pada Minggu (19/1/2026) menyebabkan jalur kereta api Pantura Jawa Tengah terputus, setelah air menggenangi rel di lintasan Pekalongan–Sragi. Akibatnya, sejumlah perjalanan KA dibatalkan dan pola operasi kereta di jalur utara terganggu.

Kini, meski air telah surut sejak Senin siang, KAI memilih untuk tidak terburu-buru mengaktifkan seluruh perjalanan, demi menghindari risiko gangguan keselamatan.

“Kami memastikan jalur benar-benar aman sebelum seluruh perjalanan kembali normal,” tegas Luqman.

KAI mengimbau penumpang untuk terus memantau informasi resmi terkait perjalanan kereta api dan memanfaatkan layanan pengembalian dana atau pengaturan ulang jadwal perjalanan bagi KA yang terdampak pembatalan.