Tak Goyah oleh Cuaca Ekstrem! Pemprov Jateng Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Ramadhan
- Istimewa
Jateng – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan ketersediaan pangan di wilayahnya tetap dalam kondisi aman menjelang bulan suci Ramadhan, meskipun sejumlah daerah terdampak cuaca ekstrem. Kepastian tersebut disampaikan seiring upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pokok.
Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan Pemprov Jateng secara konsisten memperkuat pengendalian inflasi dan ketersediaan pangan sepanjang tahun, termasuk pada periode rawan lonjakan konsumsi seperti Ramadhan.
“Inflasi selalu kami pantau. Jika terjadi gejolak, tentu kami segera mengambil langkah untuk mengendalikan harga di Jawa Tengah,” ujar Sumarno di Semarang, Selasa (21/1/2026).
Menurut dia, hingga saat ini harga berbagai komoditas pangan pokok di Jawa Tengah masih terjaga stabil. Pemerintah daerah juga terus memastikan kecukupan pasokan dengan menggandeng Perum Bulog, khususnya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan.
Sumarno menilai, Ramadhan memiliki karakteristik khusus karena aktivitas ekonomi dan konsumsi masyarakat meningkat sepanjang bulan. Oleh sebab itu, koordinasi lintas daerah telah dilakukan sejak dini untuk mengantisipasi potensi gangguan distribusi.
“Koordinasi sudah kami lakukan sejak awal, karena Ramadhan berbeda dengan bulan lainnya. Aktivitas ekonomi meningkat selama satu bulan penuh,” katanya yang dikutip dari Antara.
Selain menjaga pasokan, Pemprov Jateng juga mengoptimalkan sistem pemantauan harga yang rutin dilakukan di pasar-pasar tradisional. Pemantauan tersebut dilakukan setiap hari guna merespons cepat apabila terjadi lonjakan harga.
“Pemantauan harga kami lakukan setiap hari. Kalau ada gejolak, langsung kami tindak lanjuti. Kenaikan mungkin tidak bisa dicegah sepenuhnya, tapi harus tetap terkendali,” tegasnya.
Terkait cuaca ekstrem yang menyebabkan gagal panen di sejumlah daerah seperti Pati, Jepara, Kudus, dan Grobogan, Sumarno menyebut dampaknya terhadap ketersediaan pangan masih relatif terbatas. Pemerintah telah melakukan pendataan lahan pertanian terdampak puso serta menyiapkan skema perlindungan bagi petani.
“Kami sudah mengidentifikasi dampak bencana dan menyiapkan asuransi untuk petani. Dampaknya terhadap stok pangan belum signifikan karena hanya terjadi di beberapa lokasi,” ujarnya.
Sumarno menambahkan, produktivitas pangan Jawa Tengah sepanjang 2025 telah memenuhi target pemerintah pusat dan menjadi pijakan awal untuk memperkuat posisi Jateng sebagai penopang pangan nasional.