Banjir Bandang di Lereng Gunung Slamet, Wagub Jateng: Momentum Perkuat Hutan Lindung
- Pemprov Jateng
Jateng – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong pemerintah pusat untuk memberikan perhatian lebih serius terhadap penguatan kawasan hutan lindung, khususnya di wilayah hulu Gunung Slamet.
Upaya ini dinilai mendesak menyusul terjadinya banjir bandang yang berdampak signifikan pada kawasan lereng Gunung Slamet dan daerah sekitarnya.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menilai bencana hidrometeorologi yang terjadi harus dijadikan momentum untuk menyatukan langkah lintas daerah, terutama lima kabupaten yang berada di kawasan hulu Gunung Slamet, guna bersama-sama mengajukan penguatan status dan pengelolaan hutan lindung.
“Momentum ini sebenarnya sangat tepat untuk menyatukan lima kabupaten agar berbicara dalam satu suara, mengirim berkas secara bersama-sama, sehingga hutan lindung benar-benar bisa kita perkuat,” kata Taj Yasin saat meninjau lokasi terparah banjir bandang di Lereng Gunung Slamet, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Minggu.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah rumah warga di bantaran Kali Penakir mengalami kerusakan akibat terjangan banjir bandang. Material berupa kayu dan lumpur yang terbawa arus deras turut memperparah dampak kerusakan di kawasan permukiman tersebut.
Di kawasan hulu Gunung Slamet itu, Wagub Jateng juga menemukan sejumlah pohon yang terseret banjir dengan kondisi akar masih segar, menandakan kuatnya arus air dari wilayah hulu.
“Kalau kita lihat, akarnya masih segar. Ini menunjukkan pohon-pohon itu tergerus oleh derasnya arus banjir bandang,” ujarnya.
Taj Yasin juga mengingatkan bahwa kawasan tersebut pernah mengalami kebakaran hutan besar pada 2017. Material sisa kebakaran yang belum sepenuhnya tertangani diduga ikut terbawa arus dan memperbesar daya rusak banjir bandang.
Untuk memastikan penyebab bencana secara menyeluruh, Pemprov Jateng berencana melakukan pemetaan dan kajian lanjutan terhadap kondisi kawasan hulu Gunung Slamet. Namun, proses tersebut masih terkendala kondisi cuaca.
“Dalam waktu dekat akan kami lakukan pemetaan, tetapi saat ini kondisi masih mendung dan gelap, sehingga pemantauan menggunakan drone maupun pengawasan lapangan belum memungkinkan,” kata Taj Yasin.
Dalam kunjungan tersebut, Wakil Gubernur Jawa Tengah juga menyalurkan bantuan logistik senilai Rp217.602.326. Bantuan itu meliputi bahan makanan dan non-makanan, satu ton beras, kasur, tenda gulung, selimut, family kit, serta perlengkapan anak-anak untuk warga terdampak banjir bandang di kawasan hulu Gunung Slamet.