4 Destinasi Wisata di Jawa Tengah Ditutup Imbas Cuaca Ekstrem, Mulai Guci hingga Gunung Tidar
- (ANTARA/HO-Oky Lukmansyah)
Jateng – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat sedikitnya empat kabupaten/kota melakukan penutupan sementara sejumlah objek wisata akibat bencana alam yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Bencana tersebut meliputi banjir, tanah longsor, hingga angin puting beliung yang berdampak langsung pada kawasan wisata.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Jawa Tengah, AR Hanung Triyono, mengatakan daerah yang terdampak meliputi Kabupaten Tegal, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Magelang, serta Kota Magelang.
“Empat daerah tersebut mengalami dampak langsung sehingga harus menutup sementara beberapa objek wisata,” ujar Hanung di Semarang, Senin.
Ia menegaskan data tersebut bersifat dinamis dan merupakan kondisi terakhir hingga 25 Januari 2026. “Data ini bergerak, statusnya per 25 Januari 2026,” katanya.
Hanung menjelaskan dampak terparah terjadi di Kabupaten Tegal, menyusul banjir bandang Sungai Gung yang menerjang kawasan Wisata Guci pada 24 Januari 2026. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, banjir tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur cukup signifikan.
“Tiga jembatan penyeberangan hanyut dan saluran pipa air panas mengalami kerusakan,” jelasnya.
Akibat kejadian tersebut, sejumlah objek wisata di Guci ditutup sementara, di antaranya Pancuran 13, Kolam Barokah, Pancuran 5, Kolam Guciku, Kolam GTA, serta Serwiti Paradise.
Banjir bandang juga melanda Kabupaten Banyumas akibat meluapnya Sungai Kali Pangkon yang berdampak pada kawasan Lokawisata Baturraden. Hanung menyebutkan peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun mengakibatkan kerusakan fasilitas wisata.
“Beberapa spot wisata ditutup sementara, seperti Telaga Sunyi, Curug Bayan, dan Curug Tirta Sela,” katanya.
Sementara itu, di Kota Magelang, cuaca ekstrem berupa angin kencang melanda kawasan Tempat Ziarah Gunung Tidar. Peristiwa tersebut menyebabkan dua pohon pinus tumbang, mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan empat orang lainnya mengalami luka-luka.
“Untuk mengantisipasi risiko lanjutan, pengelola memberlakukan sistem buka tutup wisata yang disesuaikan dengan kondisi cuaca,” ujarnya.
Adapun di Kabupaten Magelang, tanah longsor dan angin ribut terjadi di kawasan wisata Air Terjun Kedung Kayang. Kejadian tersebut menyebabkan tiga orang luka-luka serta satu pohon di area spot foto roboh.
“Demi keamanan pengunjung, spot foto di lokasi tersebut ditutup sementara,” kata Hanung.