Viral Gunungan Kayu Misterius di Pantai Tegal, Ada Respons Warganet Geram
- (Dok: Instagram/kabarpemalang)
Jateng – Pasca-banjir bandang yang berasal dari kawasan kaki Gunung Slamet, Pantai Larangan di Pantura Tegal, Jawa Tengah (Jateng), disesaki oleh material-material hanyutan. Video yang menunjukkan kondisi tersebut, termasuk pemandangan kayu gelondongan menjadi viral di media sosial dan memantik beragam spekulasi.
Unggahan dari akun Instagram @pemalang.update, yang dikutip Selasa (27/1/2026) telah mendapat lebih dari seribu tanda suka, menunjukkan pemandangan sepanjang bibir pantai yang dipenuhi kayu-kayu berukuran besar serta material lain seperti pipa air. Pipa tersebut diduga berasal dari kawasan wisata Pemandian Air Panas Guci. Dalam narasinya, pengunggah menyatakan, "Hampiran kayu di tepi Pantai Larangan ini menunjukkan betapa dahsyatnya arus deras saat terjadi banjir bandang dari Gunung Slamet."
Di kolom komentar, reaksi warganet berfokus pada dugaan aktivitas ilegal di hulu. Banyak komentar yang langsung menuding adanya pembalakan liar.
"Lagi-lagi pembalakan liar," tulis komentar akun @budi_ike.
Akun lain, @ami_, menulis, "Dongé ditebangi go opo nek ora kanggo malah kegawa banjir. Heran sing nebangi ngerusak alam tok."
Sementara itu, komentar dari akun @rizal_nurd menyoroti dampak ekologis yang lebih luas, "Dampak banjir bandang ternyata sampai ke pesisir pantai. Ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga kelestarian hulu sungai dan daerah aliran sungai."
Menanggapi viralnya video ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Jawa Tengah, Widi Hartanto, memilih untuk tidak banyak berkomentar. Meski demikian, ia mengonfirmasi bahwa tim telah diterjunkan untuk melakukan penelusuran. Namun, ia mengaku pihaknya telah menerjunkan tim untuk menelusuri kebenaran dan penyebab munculnya tumpukan kayu di Pantura Tegal.
Kayu-kayu dan material yang berserakan di tepi Pantai Larangan tersebut diduga terseret oleh derasnya aliran banjir bandang dari hulu sungai. Fenomena ini menunjukkan besarnya daya rusak dan jangkauan material yang dibawa oleh bencana tersebut hingga ke wilayah pesisir.