Suara Rintihan Pendaki Wanita di Gunung Slamet Jadi Viral, Longsor Timbun Jalur Pendakian

Gunung Slamet
Sumber :

Jateng – Sebuah video yang memperlihatkan momen mencekam seorang pendaki wanita menghadapi longsor di Gunung Slamet, Jawa Tengah (Jateng), menjadi sorotan. Rekaman yang menampilkan rintihan dan tangisnya itu viral di media sosial, menyadarkan banyak orang akan bahaya ekstrem di jalur pendakian.

img_title Optimalkan Waduk untuk Menghadapi Ancaman Kekeringan

Pantauan Viva.co.id Jateng pada video amatir yang diunggah akun Instagram @queen|0125 pada Sabtu (25/1) mendapati rekaman guguran tanah dan aliran air deras meluncur mengikuti kontur gunung. Material longsor bercampur kayu dan ranting pohon terseret arus, menerjang dan menutup jalur pendakian hingga hampir tidak bisa dilewati. Pemilik akun menyebut kejadian itu terjadi di sekitar Pos 4 Gunung Slamet.

Dalam video, suara pendaki wanita terdengar jelas penuh kepanikan, “Longsor ya Allah. Ya Allah, selamatkanlah kami. Astagfirullahaladzim. Sayang, mau pulang,” ucapnya dengan gemetar.

img_title Serap Aspirasi di Desa Waru, Anggota DPRD Jateng Soroti Kesetaraan Lapangan Kerja bagi Disabilitas

Menurut informasi yang dirangkum dari sejumlah sumber, Selasa (27/1/2026), kejadian ini memperkuat langkah antisipasi yang telah diambil pengelola. Seluruh jalur pendakian Gunung Slamet telah ditutup sementara waktu menyusul terjadinya longsor dan banjir bandang di kawasan tersebut.

Sebelum penutupan total, tim gabungan telah melakukan evakuasi. Adapun tujuh pendaki berhasil dievakuasi tanpa luka serius. Dua pendaki sempat tertahan di Pos 1, sementara lima pendaki lainnya dari satu keluarga bertahan di Pos 3 setelah akses jalur terputus material longsor.

img_title Jadikan Orientasi Sektor Pembangunan Pariwisata ke Arah Ekonomi Warga

Tim evakuasi bergerak cepat menyisir jalur untuk memastikan keamanan dan menurunkan semua pendaki. Aparat terus mengimbau masyarakat dan para pendaki untuk tidak memaksakan diri mendaki Gunung Slamet hingga kondisi dinyatakan benar-benar aman dan ada pengumuman resmi pembukaan jalur.

Pihak berwenang juga mengingatkan pentingnya memantau informasi resmi mengingat cuaca ekstrem dan potensi longsor susulan masih mengancam kawasan pegunungan di Jawa Tengah.