Terkuak! 5 Fakta Mengejutkan dari Aksi Viral Kades Mandi Lumpur di Sragen

Aksi viral di medsos, Kades di Sragen, Jawa Tengah.
Sumber :
  • (Instagram.com/@undercover.id)

Jateng – Viralnya video Kepala Desa Ngepringan, Sragen, Jawa Tengah, Sunarso, yang mandi lumpur di jalan rusak bukan sekadar aksi sensasional belaka. Di balik gambar yang menarik perhatian publik tersebut, tersimpan sederet fakta menarik yang mengungkap kronologi, kondisi riil, serta dampak panjang dari infrastruktur yang terabaikan.

img_title Jadikan Orientasi Sektor Pembangunan Pariwisata ke Arah Ekonomi Warga

Berikut fakta-fakta mengejutkan di balik aksi viral Kades Sunarso, merangkum sejumlah sumber, Rabu (28/1/2026):

1. Aksi Spontan yang Berawal dari "Kecelakaan"

img_title Komisi E DPRD Jateng Usulkan Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal demi Jamin Kesejahteraan Warga

Aksi protes yang viral ini ternyata bukan aksi yang direncanakan, melainkan sebuah respons spontan akibat kondisi jalan.

"Sebenarnya saya tidak sengaja protes, tapi ini tadi mau berangkat kerja malah kepleset di situ. Malah adus sekalian, tidak ada rencana sepintas sekalian," kata Sunarso.

img_title Setya Arinugroho Desak Transparansi Data DTSEN dan Perketat Validasi Penerima KIP Kuliah

2. Usia Jalan yang Setara dengan Seperempat Abad Tanpa Perbaikan

Kerusakan parah terjadi karena jalan ini telah terabaikan selama puluhan tahun, jauh melampaui periode jabatan seorang kepala desa.

"Kalau pembangunan terakhir jalan DPU itu 24 tahun lalu diaspal sekarang sudah habis," ungkap Kades Sunarso.

3. Dampak Nyata: Anak Sekolah Terpaksa Tidak Pakai Sepatu

Efek kerusakan jalan sangat dirasakan oleh generasi muda dalam keseharian mereka yang paling dasar.

Sunarso mengungkapkan, "banyak siswa yang memilih tidak mengenakan sepatu saat melintas karena kondisi jalan yang berlumpur."

4. Janji yang Gagal Terealisasi dari Tahun Sebelumnya

Warga pernah dibawa angin harapan dengan adanya janji pembangunan, namun ternyata hanya menjadi wacana.

"Harapan warga sempat muncul ketika terdapat spanduk yang menyebutkan bahwa jalan tersebut masuk proses lelang dan direncanakan dibangun pada 2025. Namun hingga awal 2026, realisasi pembangunan tak kunjung terjadi," tutur Sunarso.

5. Jalan Vital yang Justru Mengisolasi Warga

Ironi terbesar: jalan yang seharusnya menjadi penghubung malah membuat warga merasa terputus dari akses penting.

"Itu akses vital gak ada jalan lain, akses kesehatan, anak sekolah, ke pasar satu-satunya ya itu. Warga sini seperti terisolir," kata dia.