Lawan Arus! Jajanan Tradisional Jawa Tengah Ini Buktikan Eksistensi di Tengah Demam Makanan Viral

Ilustrasi Jawa, Ilustrasi Pulau Jawa, Jawa, Orang Jawa.
Sumber :
  • (Lanee/Pixabay)

Jateng – Di era di mana makanan kekinian dengan mudah menjadi viral dan menghiasi linimasa, ada sebuah ketahanan diam-diam yang justru menunjukkan akar budaya yang kuat. Sementara banyak orang ramai-ramai mencoba tren terbaru, sebuah warisan kuliner ternyata tetap setia menemani, tak hanya sebagai pengingat kenangan, tetapi juga sebagai pilihan yang tak tergantikan dalam berbagai momen penting kehidupan masyarakat.

img_title Optimalkan Waduk untuk Menghadapi Ancaman Kekeringan

Jajanan atau makanan kekinian semakin hari semakin variatif. Apalagi dengan adanya teknologi, makanan kekinian gampang dikenal oleh masyarakat karena viral. Akan tetapi di tengah serbuan makanan kekinian, jajanan tradisional masih eksis dengan caranya sendiri.

Terbukti beberapa penjual makanan tradisional masih banyak dijumpai di wilayah Surakarta dan sekitarnya. Salah satunya adalah jajanan tradisional yang menjadi menu andalan di sebuah warung makan di kawasan Kartasura, Sukoharjo. Warung yang terletak di Jl. Slamet Riyadi no 186, Dusun IV ini memiliki ragam jajanan tradisional yang bisa dipilih oleh pelanggan.

img_title Serap Aspirasi di Desa Waru, Anggota DPRD Jateng Soroti Kesetaraan Lapangan Kerja bagi Disabilitas

Merangkum sejumlah sumber, Kamis (5/2/2026), diketahui bahwa Diah (43), pemilik warung makan masakan Jawa dengan menu tambahan jajanan tradional mengungkap bahwa dalam sehari mampu menjual ratusan aneka jajanan tradisional.

"Di sini ada banyak macam jajanan, ada arem-arem, lemet, onde-onde, kue lapis, klepon, gandhos, mutiara, mendut, berbagai macam jenang ayu, aneka gorengan. Selain pelanggan datang kesini untuk beli langsung, biasanya juga pada pesan, jadi kami juga melayani pesanan," ungkap Diah.

img_title Jadikan Orientasi Sektor Pembangunan Pariwisata ke Arah Ekonomi Warga

Bagi masyarakat Surakarta, Jawa Tengah (Jateng), jajanan tradisional masih menjadi andalan untuk sajian dalam acara-acara tertentu, baik dalam kegiatan formal, maupun untuk acara hajatan.