Disebut "Kota Terindah" Sejak Zaman Belanda, 6 Fakta Salatiga Ini Bikin Takjub

Pemandangan Kota Salatiga
Sumber :
  • Google Street View

Jateng – Terselip di antara Semarang dan Solo, Salatiga adalah permata tersembunyi Jawa Tengah yang menyimpan segudang keistimewaan. Kota berhawa sejuk di kaki Gunung Merbabu ini bukan hanya menawarkan pemandangan memukau, tetapi juga kisah sejarah, kebudayaan, dan keramahan yang mungkin belum banyak diketahui.

img_title Semarak Harlah PKB Jawa Tengah, Ini Rangkaian Acaranya

Berikut ini fakta menarik Salatiga, merangkum sejumlah sumber, Kamis (5/2/2026):

1. Warisan Keindahan Sejak Zaman Kolonial

img_title Optimalkan Waduk untuk Menghadapi Ancaman Kekeringan

Keindahan Salatiga telah diakui sejak lama. Pada era pemerintahan Hindia Belanda, kota ini dijuluki De Schoonste Stad van Midden-Java, yang berarti "Kota Terindah di Jawa Tengah". Julukan ini melekat berkat panorama alamnya yang asri dan tata kotanya yang tertata.

2. Asal-Usul Nama yang Penuh Cerita

img_title Serap Aspirasi di Desa Waru, Anggota DPRD Jateng Soroti Kesetaraan Lapangan Kerja bagi Disabilitas

Menurut legenda yang dituturkan secara turun-temurun, nama "Salatiga" berkaitan dengan kisah Ki Ageng Pandanaran, Bupati Semarang, dan Sunan Kalijaga. Dalam sebuah peristiwa, Sunan Kalijaga berkata, "Aku akan menamakan tempat ini Salatiga karena kalian telah membuat tiga kesalahan...". Kisah ini menjadi bagian dari cerita rakyat yang mengiringi sejarah kota.

3. Jejak Kota Tertua dalam Prasasti

Salatiga tercatat sebagai salah satu kota tertua di Indonesia. Berdasarkan Prasasti Plumpungan yang ditemukan di Desa Kauman Kidul, cikal bakal kota ini telah ada sejak 24 Juli 750 Masehi. Prasasti tersebut menetapkan daerah Hampra (lokasi Salatiga kuno) sebagai tanah perdikan (wilayah yang dibebaskan dari pajak) oleh Raja Bhanu.

4. Contoh Nyata Kerukunan dan Toleransi

Salatiga secara konsisten diakui sebagai salah satu kota paling toleran di Indonesia. Harmoni kehidupan beragama terwujud nyata, seperti adanya rumah ibadah berbeda agama yang berdampingan dan warga saling membantu dalam penyelenggaraan hari besar keagamaan. Komitmen terhadap kerukunan ini menjadi identitas kuat kota.

5. "Indonesia Mini" yang Kaya Ragam Budaya

Kota ini kerap dijuluki "Indonesia Mini". Keragaman suku dan budaya datang dari para mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) yang berasal dari seluruh penjuru Nusantara. Keberagaman ini dirayakan dalam event tahunan seperti Indonesian International Culture Festival (IICF), yang menampilkan pawai budaya dan kuliner khas daerah.

6. Kuliner Legendaris: Enting-Enting Gepuk

Halaman Selanjutnya
img_title